Pertahanan Rusia Dijebol, ISIS Bom Supermarket di St.Petersburg

General view of emergency services attending the scene outside Sennaya Ploshchad metro station, following explosions in two train carriages in St Petersburg April 3, 2017. Russia said the Telegram app was used by those behind the bombing. — Reuters pic

General view of emergency services attending the scene outside Sennaya Ploshchad metro station, following explosions in two train carriages in St Petersburg April 3, 2017. Russia said the Telegram app was used by those behind the bombing. — Reuters pic

Sketsanews.com,Jakarta – ISIS menepati janjinya untuk menyerang Rusia setelah terusir dari Suriah dengan mengeluarkan pernyataan bertanggung jawab atas ledakan bom di supermarket di kota St. Petersburg pada Rabu, 27 Desember 2017. Sebanyak 14 orang terluka.

“Serangan yang menarget pusat perbelanjaan di St. Petersburg pada hari Rabu dilakukan oleh jaringan ISIS,” ujar teroris ini melalui media propagandanya Amaq yang dikutip Al Arabiya, 30 Desember 2017.

Bom rakitan ditaruh di laci supermarket Saint Petersburg, kota terbesar kedua di Rusia dan di kota ini Putin tinggal.

Beberapa saat kemudian, Presiden Vladimir Putin menuding ledakan bom itu dilakukan teroris.

Mengutip dari laman Tempo, ledakan bom yang membuat panik para pengunjung supermarket terjadi setelah aparat keamanan Rusia, FSB awal Desember ini mengklaim telah mencegah serangan teror di Katederal Ortodoks di Saint Petersburg atas bantuan badan intelijen Amerika Serikat, CIA. Putin kemudian mengucapkan terimakasih kepada Presiden Donald Trump dan CIA.

Kepala FSB, Alexander Bortnikov mengatakan Rusia tetap berjaga menghadapi kemungkinan para milisi dari Suriah kembali menjelasng Piala Dunia dan pemilihan presiden pada Maret 2017.

Bortnikov pada awal Desember lalu menjelaskan, sedikitnya 4.500 warga Rusia meninggalkan negaranya untuk bertempur bersama para teroris ISIS di Timur Tengah, Afrika Utara, dan kawasan lainnya. Selain itu, selama 20 tahun Rusia bertempur dengan separatis Chechnya dari Caucasus Utara yang kerap menarget Rusia lewat sejumlah bom bunuh diri dan serangan lainnya. (Wis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: