Petugas Gabungan Gagalkan Penyelundupan Satwa Langka Di Kota Malang

Burung Kakatua Maluku (Cacatua moluccensis) yang dimasukkan ke dalam pipa paralon. (Foto: Istimewa)

Sketsanews.com, Malang – Tim gabungan dari Sat Reskrim Polres Malamg Kota bersama dengan Wildlife Rescue Unit (WRU) Balai Besar Konservasi dan Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jatim, serta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) berhasil menggagalkan penyelundupan satwa langka yang dilindungi, Sabtu, 9/3/2019.

Tim gabungan itu berhasil mengamankan seorang pria yang membawa dua burung dilindungi berupa Kakatua Maluku (Cacatua moluccensis) dan Kasturi Kepala Hitam (Lorius lory).

Pelaku atas nama Masrukin berhasil diamankan tim gabungan di Jalan Raya Madyopuro Kedungkandang, Kota Malang.

Kasat Reskrim Polres Malang Kota AKP Komang Yogi Arya Wiguna kepada Sketsanews.com membenarkan terkait adanya penangkapan terhadap pelaku penyelundupan satwa langka di wilayah hukum Polres Malang Kota.

“Memang benar, namun saat ini sudah ditangani BKSDA Jatim,” kata Komang saat dihubungi Sketsanews.com, pada Sabtu, 9/3/2019.

Sementara itu Kepala seksi (Kasi) Konservasi Wilayah VI BKSDA Jawa Timur, Mamat Ruhmat mengungkapkan bahwa Masrukin merupakan pemain lama yang telah diincar BKSDA lantaran sering kali lolos saat akan ditangkap petugas.

“Pelaku ini terbilang licin, tim sempat gagal melakukan upaya penangkapan, namun berkat kesabaran dan kesigapan tim akhirnya dia berhasil diamankan,” kata Mamat Ruhimat, Sabtu (9/3/2019).

Mamat menambahkan, bahwa sebelum diamankan pada Jumat malam pukul 22.30 WIB, pelaku telah menjual menjual dua ekor trenggilng.

“Pelaku juga berhasil menjual 2 trenggiling ke orang lain dengan inisiasi KEM warga Kota Batu pada Jumat malam. KEM ini juga berhasil diamankan bersama Masrukin,” tambahnya.

Hingga kini BKSDA Jawa Timur masih terus menyelidiki kasus penyelundupan satwa langka itu. (Im)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: