Petugas Lapas Nusakambangan Happy Dibangunkan Rusun Sekelas Apartemen

Sketsanews.comDirektorat Jenderal Penyediaan Perumahan meresmikan Rumah susun (Rusun) dan Rumah khusus (Rusus) bagi para petugas lembaga pemasyarakatan (Lapas) di Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah.

Rusun ini diharapkan dapat membantu petugas Lapas Nusakambangan dan keluarganya untuk tinggal di hunian yang layak.

“Rusun ini bukan sekedar hunian vertikal biasa. Tapi kualitasnya seperti apartemen jadi nyaman untuk ditempati petugas beserta keluarganya,” ujar Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid saat Peresmian Rusun dan Rusus ASN di Pulau
Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, Kamis (21/8).

Peresmian Rusun dan Rusus di Pulau Nusakambangan ini ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna H Laoly didampingi Dirjen Penyediaan PerumahanKementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid.

Turut hadir, Dirjen Pemasyarakatan Kemenkumham, Sri Puguh Budi Utami, perwakilan Polri, BNN, dan Satker Pengembangan Perumahan dan Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu (SNVT) Penyediaan Perumahan Provinsi Jawa Tengah.

Pembangunan Rusun ini, imbuh Khalawi, merupakan bentuk dukungan Kementerian PUPR dalam membantu meningkatkan kesejahteraan para petugas Lapas.

Selain itu, para petugas dan keluarga yang tinggal di Pulau Nusakambangan, bisa tinggal di rumah yang aman dan nyaman.

Bangunan Rusun ini selain dibangun dengan bahan bangunan yang berkualitas dan lantai granit, juga dilengkapi dengan prasarana dasar seperti tempat tidur tingkat, tempat tidur single, lemari, sofa, meja tamu, kursi dan meja makan.

“Kami siap mendukung program dari Kementerian HAM khususnya menyediakan hunian yang layak bagi para pegawainya. Tak hanya, di Nusakambangan saja, Kementerian PUPR juga telah membangun Rusun bagi para pegawai imigrasi di Bali dan Batam,” terangnya.

Sebanyak, dua tower Rusun dibangun oleh Satuan Kerja Pengembangan Perumahan Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR pada tahun 2018 di Nusakambangan.

Pertama adalah Rusun untuk ASN Lajang dibangun setinggi empat lantai dan unit hunian sebanyak 50 kamar. Daya tampung Rusunawa masing-masing kamar adalah empat orang sehingga total daya tampungnya sebanyak 196 penghuni. Biaya pembangunannya sekitar Rp 16,1 miliar.

Sedangkan Rusun yang kedua adalah Rusunawa yang diperuntukkan untukASN yang sudah berkeluarga. Rusun ini dibangun setinggi tiga lantai dengan unit hunian sebanyak 42 unit. Tipe unit huniannya adalah tipe 36 dan mampu menampung 42 kepala keluarga. Anggaran untuk pembangunan Rusun ini senilai Rp 15,9 miliar.

Sedangkan program pembangunan rumah kedua adalah rumah khusus untuk ASN di Lapas Pulau Nusakambangan. Rusus tersebut dibangun oleh SNVT Penyediaan Perumahan Provinsi Jawa Tengah.

Total Rusus yang dibangun sebanyak 28 unit tipe 36. Waktu pelaksanaan pembangunan adalah 210 hari, mulai 4 Juni hingga 31 Desember 2018.

Total anggarannya senilai Rp 4,648 miliar. Setiap unit Rusus juga telah dilengkapi meubelair seperti tempat tidur, meja dan kursi makan, lemari pakaian dan sofa

Sementara itu, Menkumham Yasonna H Laoly menyatakan, pihaknya mengucapkan terimakasih atas bantuan perumahan nagi para pegawainya yang bertugas di Lapas Nusakambangan.

Menurutnya, Rusus tersebut sangat memberikan manfaat mengingat tugas berat yang harus diemban para petugas saat menjalankan tugas di Lapas yang memiliki tingkat pengamanan superketat.

“Rusun juga n untuk melatih para warga binaan Lapas Nusakambangan, untuk memiliki keahlian sebagai pekerja konstruksi,” katanya. [NOV]

]]>

Sketsanews.com ❱ Original Source : rmco.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: