Piala Sudirman: Pemain Indonesia Harus Berani Menang Lawan Jepang

Foto: Istimewa

Foto: Istimewa

Sketsanews.com, Jakarta – Sore ini mulai pukul 17.00 WIB, tim bulu tangkis Indonesia akan terlibat duel hidup-mati melawan Jepang di semifinal Piala Sudirman 2019. Mampukah Indonesia menyikat Jepang dan lolos ke final Piala Sudirman 2019?

Bicara peluang, Hendra Setiawan dan kawan-kawan masih bisa mengalahkan pemain inti Jepang yang menghuni rangking Top 3 di semua nomor. Indonesia tampaknya harus belajar dari kejutan yang dilakukan Rusia di penyisihan Grup 1A.

Rusia yang tidak memiliki pemain rangking Top 10 nyaris mempermalukan Jepang di penyisihan. Sempat unggul 2-1, Rusia hanya kalah tipis 2-3. Mereka merebut poin dari tunggal putra dan ganda putra.

Artinya, peluang menang sangat terbuka. Bagaimana caranya? Ini bergantung kejelian tim pelatih dalam menyusun line-up pemain saat melawan Jepang. Tidak hanya bicara peringkat, rekor head to head, dan kualitas teknis. Pelatih harus jeli melihat sisi nonteknis pemain Indonesia.

“Kekuatan Jepang memang merata, tapi saat ketemu Rusia, Jepang juga sempat tertinggal. Kalau kita kupas satu-satu, ganda putra memang ramai, lihat dari head to head dulu, siapa yang akan turun? Kalau di ganda putri memang banyak kalah di pasangan kami. Tapi kan di pertandingan ini kita belum tahu, penampilan Greysia (Polii)/Apriyani (Rahayu) juga lagi naik, mereka nggak terkalahkan dari awal, mudah-mudahan percaya diri mereka naik dan tambah berani,” jelas Susy Susanti, Manajer Tim Indonesia dikutip dari Badmintonindonesia.org.

Pelatih harus jeli melihat siapa pemain yang memiliki stamina bagus, siap capek, dan spirit pantang menyerah. Satu hal lagi, pemain harus punya catatan siapa pemain yang diperkirakan bisa mencapai peak performance saat melawan Jepang sore ini. Karena secara teknis, kekuatan pemain Indonesia dan Jepang berimbang.

“Dengan kemenangan Praveen (Jordan)/Melati (Daeva Oktavianti), percaya diri mereka sedang naik, apalagi menjadi penentu. Kami berharap mereka nanti tampil lebih baik lagi. Untuk tunggal putra, akan diturunkan antara Jonatan (Christie) atau Anthony (Sinisuka Ginting). Mereka berdua ketemu Momota kan menang-kalah. Di tunggal pun Gregoria (Mariska Tunjung) pernah menang dari Akane (Yamaguchi),” ujar Susy.

Jepang yang menamai tim mereka Bird Japan, memang lebih unggul dari Indonesia di semua sektor, kecuali ganda putra. Akan tetapi ganda putra Takeshi Kamura/Keigo Sonoda juga berpenampilan baik dalam beberapa pertemuan dengan ganda Indonesia di sejumlah turnamen.

Jepang bahkan diperkuat pemain rangking satu dunia di nomor tunggal putra lewat Kento Momota dan ganda putri lewat pasangan Mayu Matsumoto/Wakana Nagahara.(Lis/Sindonews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: