Picu Kontroversi, Mantan Paus Benediktus Menentang Usulan Pastor Boleh Menikah

Paus Benediktus XVI pensiun karena kondisi kesehatannya memburuk pada Februari 2013. (FOTO: AFP)

Paus Benediktus XVI pensiun karena kondisi kesehatannya memburuk pada Februari 2013. (FOTO: AFP)

Sketsanews.com – Mantan Paus Benediktus XVI menentang pelonggaran kewajiban selibat bagi pastor di Gereja Katolik, tatkala Paus Fransiskus mempertimbangkan membolehkan pria yang sudah menikah menjadi pastor.

Picu Kontroversi, Mantan Paus Benediktus Menentang Usulan Pastor Boleh Menikah
Paus Benediktus XVI pensiun karena kondisi kesehatannya memburuk pada Februari 2013. (FOTO: AFP)

Paus Benediktus membuat pembelaan tersebut dalam buku yang ditulis bersama Kardinal Robert Sarah. Buku itu terbit sebagai respons pada pertimbangan mengizinkan laki-laki yang sudah menikah untuk ditahbiskan sebagai pastor di wilayah Amazon.

Paus Benediktus, yang pensiun pada 2013, mengatakan dia tidak bisa tinggal diam dalam perkara ini.

Dalam buku itu, Paus Benediktus mengatakan aturan selibat, tradisi yang telah ada dalam gereja selama ribuan tahun, sangat penting karena memungkinkan pastor untuk fokus pada kewajiban mereka.

“Tampaknya tidak mungkin untuk mewujudkan kedua pekerjaan (kepastoran dan pernikahan) secara bersamaan,” kata pria berusia 92 tahun itu, seperti dilaporkan BBC, Senin (13/1/2020).

Jarang bagi Paus Benediktus, yang merupakan paus pertama yang mengundurkan diri dalam hampir 600 tahun, untuk campur tangan dalam masalah kependetaan.

Vatikan belum berkomentar tentang buku tersebut, yang cuplikannya dimuat di surat kabar Prancis Le Figaro, sebelum diterbitkan seutuhnya pada Senin (13/1/2020).

Para pengamat Vatikan terkejut dengan campur tangan Benediktus, menilai bahwa dia sejatinya melakukan pelanggaran.

“Benediktus XVI sebenarnya tidak memecah kesunyiannya karena dia (dan rombongannya) tidak pernah merasa terikat janji (untuk tutup mulut). Tapi ini pelanggaran serius,” kata Massimo Faggioli, sejarawan dan pakar teologi di Universitas Villanova, dalam sebuah cuitan.

Komentar Paus Benediktus disebut “luar biasa” oleh Joshue McElwee, jurnalis dari National Catholic Reporter.

Sebagai seorang teolog konservatif dengan pandangan tradisional tentang nilai-nilai Katolik, Paus Benediktus berjanji tetap “tersembunyi dari dunia” ketika dia pensiun, dengan alasan kesehatan yang buruk.

Namun sejak itu, dia memuat pandangannya dikenal dalam artikel, buku, dan wawancara, menganjurkan pendekatan yang berbeda untuk Paus Fransiskus, yang dipandang lebih progresif. Paus Benediktus masih tinggal di dalam dinding Vatikan di bekas biara.

Perubahan apa yang diusulkan pada aturan selibat?

Pada Oktober tahun lalu, para uskup Katolik dari seluruh dunia berkumpul dalam suatu pertemuan, dikenal sebagai sinode, untuk mendiskusikan masa depan Gereja di Amazon.

Pada akhir pertemuan tersebut, dokumen yang memerinci persoalan-persoalan yang memengaruhi Gereja dirilis. Di dalamnya, terdapat usulan bahwa di daerah terpencil seperti Amazon, laki-laki dewasa dan sudah menikah bisa ditahbiskan menjadi pastor.

Para uskup Amerika Selatan menganjurkan ini dalam upaya mengatasi kekurangan imam di wilayah tersebut.

Paus Fransiskus akan mempertimbangkannya, bersama dengan banyak proposal lainnya, termasuk tentang lingkungan dan peran perempuan dalam Gereja. Dia diperkirakan akan membuat keputusan tentang masalah ini dalam beberapa bulan ke depan.

Kenapa usulan ini kontroversial?

Bagi banyak orang, selibat adalah bagian penting dari menjadi seorang imam Katolik. Seorang imam seharusnya menikah pada Tuhan dan tidak terganggu oleh hal-hal yang dianggap sebagian orang sebagai urusan duniawi; seperti istri atau keluarga.

Bagi kaum tradisionalis, ini tentang arah Paus Fransiskus membawa Gereja.

Beberapa pengkritik menganggap gagasan mengizinkan pria yang sudah menikah menjadi pastor di Amazon adalah dalih untuk menghapuskan persyaratan selibat sepenuhnya.

Sumber : inews.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: