Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini, Hidup Sehat Ada Wali Murid di DIY Minta Imunisasi MR Dilayani Dokter Spesialis

Ada Wali Murid di DIY Minta Imunisasi MR Dilayani Dokter Spesialis

Foto: Wikha Setiawan/detikcom

Sketsanews.com, Jakarta — Selain alasan haram, ada sejumlah sekolah dan wali murid yang meminta imunisasi Measles Rubella di Provinsi DIY dilakukan oleh dokter spesialis. Bukan dokter biasa atau tenaga paramedis.

“Tidak mau kalau anaknya tidak dapat pelayanan dari dokter spesialis. Alasanya, anaknya sudah terjadwal di dokter spesialis,” kata Kepala Dinas Kesehatan DIY, Pembajun Setyaningastutie di DPRD DIY di Jl Malioboro, Rabu (223/8/2017).

Menurutnya, jika alasannya sudah mendapat imunisasi dari dokter spesialis, harus memberi lembaran keterangan isinya sudah di imunisasi. Sebab permintaan untuk dilayani dokter spesialis juga bisa diberikan.

Dia mengatakan pelaksanaan program imunisasi Measles Rubella (MR) di DIY di sekolah-sekolah terus berjalan. Imunisasi MR di DIY yang dilaksanakan bulan Agustus dan September ini menargetkan cakupan mencapai 95 persen agar penularan campak dan rubella bisa dihentikan. Pelaksanaan imunisasi MR di DIY sampai saat ini sudah mencpai 54,69% dari total sasaran 786.796 sasaran.

Bulan Agustus imunisasi dilaksanakan di sekolah-sekolah. Beberapa kendala berupa penolakan masih terjadi di lapangan. Tidak hanya menolak karena alasan khawawtir bahan yang digunakan haram, tetapi juga karena petugas yang melakukan imunisasi bukan dokter spesialis.

Dia mengaku masih ada yang mempersoalkan kehalalan dari imunisasi MR. Meski jumlahnya sudah berkurang dibanding pada awal pelaksanaan imunisasi. Penolakan dilakukan oleh wali murid atau wali santri itu ada dan terjadi hampir semua kabupaten/kota di DIY.

“Jumlahnya nggak sampai 1% dari wali murid atau wali santri yang belum paham. Kita pendekatan terus, kalau tidak mau ya sudah. Insya Allah tercapai kalau kurang 1%, target tetap bisa tercapai,” kata Pembajun, dikutip dari Detik.

(Ad)

%d blogger menyukai ini: