Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini, Hidup Sehat Anak Terlambat Bicara dan Fenomena Sindrom Anak Kota

Anak Terlambat Bicara dan Fenomena Sindrom Anak Kota

Anak Terlambat Bicara dan Fenomena Sindrom Anak Kota

Sketsanews.com, Jakarta — Sebagai orang tua, Anda pasti tidak sabar menantikan saat sang buah hati mengucapkan kata pertamanya. Karenanya, bila si kecil tak kunjung mengucapkan satu kata hingga usia satu tahun, tentunya Anda khawatir mendapatkan situasi anak terlambat bicara.

Pada kondisi normal, seorang anak akan mengucapkan kata pertamanya di usia satu tahun. Kemudian di usia 18 hingga 24 bulan, anak dapat mengucapkan 10-20 kata, mengerti instruksi sederhana, dan mengucapkan satu kalimat terdiri dari dua kata, seperti “bola jatuh”.

Perkembangan bahasa anak pun akan bertambah pesat di usia 3 tahun. Saat itu, anak mulai dapat menyusun kalimat sederhana, yang terdiri atas tiga kata dan mengerti instruksi yang lebih kompleks.

Apabila di usia satu tahun anak belum mengucapkan satu kata pun, kemungkinan besar ia mengalami keterlambatan bicara. Bila anak yang mengalami keterlambatan bicara sudah lebih besar, ia mungkin dapat mengucapkan satu hingga dua kata, namun tidak dapat menyusunnya menjadi kalimat. Kondisi yang lebih parah, bila anak sama sekali tidak merespon orang yang berkomunikasi dengannya.

Keterlambatan bicara (delayed speech) disebabkan oleh banyak faktor. Beberapa faktor tersebut antara lain, adanya riwayat terlambat bicara dalam keluarga, jenis kelamin laki-laki, lahir prematur, dan berat badan saat lahir ringan. Faktor lain yang tak kalah penting adalah pola asuh dalam keluarga anak.

Sebagian besar, anak mengalami keterlambatan bicara karena kurangnya latihan seperti yang umum terjadi pada anak di perkotaan. Hal ini sering disebut dengan “Sindrom Anak Kota”.

Karena kesibukan orang tua dan kurangnya pengawasan terhadap pengasuh, anak di kota besar lebih sering bermain sendiri. Anak juga lebih banyak duduk menonton televisi, atau bermain gawai (gadget), sehingga ia tumbuh menjadi anak yang pasif.

Selain itu, orang tua di kota seringkali mengajarkan dua bahkan tiga bahasa sekaligus kepada anak. Hal tersebut bisa membingungkan anak dan memperlambat kemampuan bicaranya.

Duduk dan Bermain Bersama Anak

Cara terbaik untuk mencegah dan mengatasi anak terlambat bicara adalah dengan duduk dan bermain bersama anak. Saat bermain bersama, ajak anak berkomunikasi, sehingga kemampuan bicaranya akan terasah.

Batasi waktu menonton televisi dan bermain gawai tak lebih dari 2 jam per hari. Usahakan untuk selalu mendampingi anak saat menonton, sambil menjelaskan apa yang ia saksikan. Sesekali, ajaklah ia bermain dengan anak sebayanya agar ia termotivasi untuk berbicara.

Dengan stimulasi yang baik, sebelum usia 2,5–3 tahun, anak yang terlambat bicara kemungkinan besar dapat mengejar ketertinggalannya. Namun, bila anak sudah menginjak usia 3 tahun, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter ahli tumbuh kembang anak, untuk kemungkinan mendapatkan terapi wicara.

Peran orang tua sangat penting dalam perkembangan bicara dan bahasa anak. Karenanya, pastikan pola asuh Anda terhadap buah hati sesuai, agar tidak terjadi anak terlambat bicara.

Sumber : Klikdokter

(Ad)

%d blogger menyukai ini: