Sketsa News
Home Berita Terkini, Ekonomi & Bisnis Cerutu Swiss Hengkang dari Jatim, ‘New Era’ Kolaps

Cerutu Swiss Hengkang dari Jatim, ‘New Era’ Kolaps

Sketsanews.com – Perusahaan produksi cerutu asal Swiss, Villiger mengancam akan menutup pabriknya di Ngoro-Mojokerto, Jatim. Perusahaan ini akan hengkang dari Jatim karena beralasan situasi ekonomi yang tidak kondusif saat ini.

“Ada beberapa sektor usaha yang sedang menurun. Yaitu, produsen alas kaki (sepatu dan sandal), rokok atau cerutu, tekstil, garmen dan plastik. Ini juga dipacu adanya perda kawasan bebas rokok di beberapa daerah juga berpengaruh. Pemprov akan melakukan mediasi, industri jangan sampai hengkang dari Jatim,” kata Kadisnakertrans Provinsi Jatim Setiadjit kepada wartawan, Senin (21/8/2017), mengutip dari BeritaJatim.

Menurut dia, perusahaan Villiger itu mempekerjakan sebanyak 500 orang karyawan dengan nilai investasi yang besar di Jatim. “Kami baru menerima surat dari mereka hari ini. Mereka beralasan situasi ekonomi tidak kondusif. Besok, kami akan undang ke kantor Disnakertrans Jatim untuk mencari solusinya agar tidak sampai tutup. Padahal, mereka gunakan bahan baku dan tenaga kerja dalam negeri yang produksinya diekspor, gitu saja bisa tutup, apalagi yang bahan bakunya harus impor,” jelasnya.

Pemprov akan berupaya maksimal agar PMA itu membatalkan niatnya untuk menutup pabriknya di Jatim. “Akan ditanya apa masalahnya, kok bisa tutup dan kami akan bantu memberi solusi serta berbicara dengan serikat pekerjanya. Kalau pindah ke daerah lain di Jatim nggak masalah, tapi kalau pindah ke luar negeri jangan sampai terjadi. Itu artinya Jatim kehilangan investor,” tuturnya.

Selain industri cerutu Villiger, pabrik sepatu dengan brand New Era di Gresik juga mengancam berhenti operasi karena beralasan mengalami kolaps. New Era memiliki 1.500 pegawai. “Pabrik sepatu ini sudah tidak kuat menggaji pekerjanya sesuai besaran UMK Gresik Rp 3 juta lebih, melainkan hanya mampu menggaji sebesar Rp 1juta-1,5 juta. Kami juga telah menerjunkan tim ke Gresik untuk memediasi agar tetap beroperasi,” pungkasnya.

 

 

(in)

%d blogger menyukai ini: