Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini, Peristiwa Gara-gara Nasi Goreng Basi, Empat Siswi SMP Ini Alami Keracunan

Gara-gara Nasi Goreng Basi, Empat Siswi SMP Ini Alami Keracunan

Murid sedang makan di kantin (Foto :Istimewa)

Sketsanews.com, Pangkalan Bun — Nasib malang menimpa Bintari Putri Salsabila (12) dan ketiga temannya. Musababnya, pelajar salah satu SMP di Pangkalan Bun ini mendadak muntah-muntah, mual, pusing dan sakit perut setelah menyantap menu nasi goreng favoritnya di kantin koperasi sekolahnya, Kamis (7/9).

Ihwal adanya kejadian ini, awalnya selepas mengikuti kegiatan belajar mengajar, Bintari dan ketiga temannya lapar. Karena lapar, ia bersama teman-temannya pun langsung mengunjungi kantin sekolah dan memesan nasi gorneng langganannya.

Namun saat baru menyantap makanan favoritnya beberapa sendok, kondisi tubuh Bintari dan ketiga temannya mendadak lemas setelah memakan nasi goreng yang sudah terbungkus tersebut. Kepala Binati dan ketiga temannya mendadak pusing, mual-mual dan muntah.

“Kami sudah terbiasa makan di kantin, tapi rasanya tidak seperti itu, rasanya tidak enak seperti sudah basi, makanya tidak dihabiskan,” ujar Bintari kepada wartawan di kediamannya, Jumat (8/9), dilansir dari Kalteng Pos (Jawa Pos group).

Bintari yang hanya terbaring lemas di tempat tidurnya tersebut mengaku, yang merasa mual dan pusing setelah makan nasi goreng tersebut tidak hanya dirinya saja, melainkan teman sejawatnya yakni Cahaya Saputri. Cahaya kata Bintari, juga mengalami gejala muntah-muntah lemas, dan sulit untuk berbicara akibat dugaan keracunan makanan tersebut. Atas kejadian yang dialaminya, Cahaya pun harus dilarikan ke rumah sakit.

“Belum tau nasib teman-teman yang lain yang pasti teman saya Cahaya sejak Kamis sore, sampai dibawa ke rumah sakit oleh keluarganya, untuk berobat karena lemas dan sering muntah-muntah,” ungkapnya.

Sementara ibu korban Desi Susiani (38) menjelaskan, anaknya diantar pulang oleh wali kelas karena diketahui sedang tidak sehat. Ia mengaku sempat memberikan pertolongan pertama dengan memberikan susu beruang sebagai penentral racun.

“Saya kasih susu beruang, kemudian panggil mantri ke rumah untuk mengobati anak saya,” ujar Desi yang mengaku anaknya masih dalam proses penyembuhan dengan memberikan infus dan merawat anaknya di rumah.

(Ad)

%d blogger menyukai ini: