Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini, Hidup Sehat Ini Bahaya Melewatkan Sarapan pada Anak

Ini Bahaya Melewatkan Sarapan pada Anak

Anak sarapan

Sketsanews.com, Jakarta — Sarapan memegang perananan penting dalam proses pemenuhan gizi anak. Anak-anak yang kerap melewatkan sarapan diketahui lebih sulit dalam memenuhi kebutuhan gizi harian sesuai rekomendasi.

“Studi ini memberikan bukti bahwa sarapan merupakan kunci bagi orang tua untuk memastikan anak mereka mendapatkan nutrisi yang mereka butuhkan,” ungkap peneliti senior sekaligus dosen Ilmu Gizi di King’s College London Gerda Pot seperti dilansir MedlinePlus.

Dalam studi ini, Pot dan tim peneliti melibatkan lebih dari 800 anak berusia 4-10 tahun dan hampir 900 anak berusia 11-18 tahun. Sejak 2008 hingga 2012, tim peneliti memantau asupan makanan seluruh anak tersebut.

Tim peneliti lalu membandingkan kadar nutrisi kunci pada makanan yang dikonsumsi anak dengan panduan nutrisi Inggris. Hasil studi menunjukkan bahwa anak-anak yang melewatkan sarapan cenderung memiliki kadar nutrisi penting yang lebih rendah. Umumnya, anak-anak yang gemar melewatkan sarapan memiliki kadar folat, kalsium, besi dan yodium yang lebih rendah.Sebagai contoh, hampir satu per tiga anak yang melewatkan sarapan tidak memenuhi rekomendasi asupan zat besi harian. Di sisi lain, hanya 4 persen dari anak yang rutin sarapan yang tidak memenuhi rekomendasi asupan zat besi harian.

Hampir 20 persen anak yang melewatkan sarapan juga tidak mendapatkan kalsium sesuai panduan gizi. Sebagai pembanding, hanya 3 persen dari anak yang gemar sarapan yang tidak mendapatkan asupan kalsium sesuai panduan gizi.Tim peneliti juga menemukan bahwa kebiasaan melewatkan sarapan lebih banyak ditemukan pada kelompok anak yang lebih dewasa. Pada kelompok anak berusia 4-10 tahun, ahanya sekitar 7 persen yang diketahui melewatkan sarapan setiap hari. Sedangkan pada anak-anak di kelompok usia 11-18 tahun, lebih dari seperempatnya melewatkan sarapan setiap hari.

Tim peneliti menilai anak-anak berusia lebih muda cenderung tidak melewatkan sarapan karena andil orang tua. Pada kelompok anak yang lebih muda, orang tua masih memiliki pengaruh kuat untuk membuat anak-anak tersebut mau menyantap sarapan.

Temuan ini mengindikasikan bahwa sarapan memegang peranan penting dalam pemenuhan gizi anak. Untuk itu, ada baiknya jika orang tua memastikan agar anak tetap mendapatkan sarapan yang sehat dan bergizi setiap hari. Di samping itu, Pot menilai studi lebih lanjut perlu dilakukan untuk mengidentifikasi apakah jenis makanan atau kualitas pola makan tertentu dapat membuat perubahan pada temuan ini.

(Ad)

%d blogger menyukai ini: