Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini, Ekonomi & Bisnis Kemenhub Luncurkan Kapal Khusus Ternak

Kemenhub Luncurkan Kapal Khusus Ternak

Tim Kunker Komisi VI saat meninjau Kapal Ternak di Pelabuhan Tenau, Kupang, NTT, Selasa (28/2).

Sketsanews.com, Jakarta — Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian meluncurkan satu unit kapal ternak untuk mendukung program ketahanan pangan.

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Perhubungan Laut Bay M Hasani dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (26/8), mengatakan satu kapal ternak tersebut merupakan dari tiga yang dibangun oleh PT Bahtera Bahari Shipyard, Batam. Kapal tersebut merupakan bagian dari lima (lima) unit kapal ternak yang dibangun, sebagaimana tertuang dalam Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Satuan Kerja Peningkatan Keselamatan Lalu Lintas Angkutan Laut Pusat Jakarta Tahun Anggaran 2015.

Adapun pelaksanaan pekerjaan pembangunan dua (dua) unit kapal pengangkut ternak lainnya dilaksanakan oleh PT Adiluhung Saranasegara di Bangkalan Madura Jawa Timur yang salah satunya telah diluncurkan pada bulan Juni 2017.

Dukungan terhadap pembangunan kapal khusus pengangkut ternak itu, dia menuturkan merupakan hasil penelitian dan Kajian Kebijakan Tata Niaga Komoditas Strategis dari Direktorat Penelitian dan Pengembangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yaitu Upaya Perbaikan Pada Kebijakan Tata Niaga Komoditas Strategis Daging Sapi yang salah satu usulannya adalah mendorong pengembangan industri daging sapi di sentra produksi melalui revitalisasi rumah potong hewan dan pasar ternak serta membangun sarana dan prasarana transportasi untuk kelancaran distribusi daging dan ternak sapi.

Menurut Bay, kapal khusus pengangkut ternak merupakan kapal yang khusus digunakan untuk angkutan ternak antarpulau. Dalam penerapannya kapal itu, kata dia, memerlukan penanganan yang khusus sehingga cara kerja di atas kapal jauh berbeda dengan kapal pada umumnya.

“Di Indonesia belum banyak kapal yang secara khusus dirancang untuk pengangkutan sapi, secara umum proses pengangkutan sapi menggunakan kapal kargo umum dan tidak dirancang untuk mengangkut sapi. Sehingga banyak sapi yang tidak terawat dengan baik pada saat proses pengiriman,” ujarnya.

Dia mengatakan proses pemindahan sapi dari truk ke kapal atau sebaliknya selama ini masih menggunakan cara tradisional, yaitu dengan mengaitkan tanduk sapi kemudian diangkat dengan “crane”yang dapat menambah tingkat stress pada sapi tersebut. “Maka dari itu diperlukan kapal yang dapat memenuhi kebutuhan sapi pada saat sapi tersebut diangkut diatas kapal,” katanya.

Dia menjelaskan ada beberapa alasan mengapa kapal khusus pengangkut ternak ini harus dirancang dan dibangun serius oleh pemerintah, antara lain mewujudkan prinsip animal welfare/ kesejahteraan hewan, yaitu hewan harus terbebas dari rasa lapar dan haus, bebas dari rasa tidak nyaman, bebas dari sakit dan luka, bebas berprilaku liar alami serta bebas dari rasa takut dan stres.

Di samping itu, kata dia, dengan adanya kapal pengangkut ternak tersebut akan menjaga kualitas dan melindungi sapi yang diangkut di atas kapal, tentunya dengan memperhatikan aspek-aspek logistik dan prosedur yang sesuai. “Dengan adanya kapal pengangkut ternak, tentunya akan mempermudah proses bongkar muat sapi saat berada di pelabuhan serta memperkecil risiko penurunan berat sapi atau bahkan kematian dan distribusi sapi sesuai kebutuhan dapat terpenuhi,” katanya.

Dilansir dari Republika, menurut Bay yang juga menjabat sebagai Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut, kapal itu merupakan rangkaian kapal yang dipesan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub. Adapun tiga unit kapal pesanan Ditjen Perhubungan Laut yang ada di Galangan PT Bahtera Bahari Shipyard Batam ini akan diluncurkan pada tanggal 25-27 Agustus 2017. “Kapal pertama, KM Camara Nusantara 3 (Paket B) telah diluncurkan kemarin (25/8) dan pada hari ini (26/8) diluncurkan kapal KM. Camara Nusantara 4 (Paket C),” ujar Bay.

Selanjutnya, kapal KM Camara Nusantara 6 (Paket E) direncanakan akan diluncurkan Ahad (27/8). “Jadi masing-masing kapal diluncurkan dalam tiga hari secara berturut-turut,” katanya.

(Ad)

%d blogger menyukai ini: