Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini, Hidup Sehat Kenapa Anda Perlu Membuka Air Vent selama Penerbangan?

Kenapa Anda Perlu Membuka Air Vent selama Penerbangan?

Kenapa Anda Perlu Membuka Air Vent selama Penerbangan?

Sketsanews.com, Jakarta — Jika Anda melakukan perjalanan menggunakan pesawat terbang, Anda akan menemukan air vent atau ventilasi udara tepat di atas kursi penumpang. Tahukah Anda apa fungsi sebenarnya dari ventilasi tersebut?

Beberapa orang sering memilih untuk menutup atau mematikan ventilasi itu selama berada di dalam pesawat. Alasannya karena tak tahan dengan udara dingin yang dipancarkan dari lubang tersebut.

Tahukah Anda bahwa menutup ventilasi itu adalah ide terburuk yang bisa Anda lakukan selama penerbangan? Pasalnya, lubang ventilasi bukan hanya berfungsi untuk memberikan rasa dingin di dalam pesawat, lebih dari itu ventilasi berguna untuk menyaring udara.

Bayangkan, Anda berada di dalam ruangan tertutup pada ketinggian puluhan ribu kaki, dan itu berlangsung dalam waktu yang cukup panjang. Kira-kira, dari mana datangnya udara segar yang Anda hirup untuk bernapas selama itu?

Di situlah fungsi ventilasi udara ini. Lubang ventilasi berfungsi untuk mengambil semua karbon dioksida yang diembuskan penumpang pesawat. Ventilasi itu juga berfungsi untuk menukar udara dan menyebarkannya kembali ke seluruh bagian pesawat.

Alasan lain mengapa penumpang menutup ventilasi adalah menghindari penularan penyakit lewat udara. Banyak penumpang pesawat khawatir bahwa udara yang dihirup dari ventilasi akan membawa virus yang berasal dari penumpang lain. Namun, hal itu tidak sepenuhnya benar.

Dr. Mark Gendreau, direktur medis dan wakil ketua pengobatan darurat di Lahey Medical Center, Massachusetts, mengatakan bahwa, cara kerja ventilasi di pesawat tidaklah sama dengan ventilasi lainnya. Sehingga soal penyebaran virus bukanlah hal yang perlu dikhawatirkan.

Menurut Gendreau, seperti dikutip dari news.com, pola aliran udara pada pesawat terbang tidak harus bekerja dari depan ke belakang, atau kembali ke depan (seperti ventilasi biasa). Dalam pesawat, udara akan benar-benar terbagi ke seluruh bagian di pesawat terbang.

Gendreau juga mengingatkan bahwa menutup ventilasi udara di pesawat dapat meningkatkan potensi Anda terserang virus flu. Karena Anda mungkin akan mendapatkan sirkulasi udara yang tidak stabil.

Sementara itu, selama penerbangan, selaput lendir di area hidung Anda akan lebih kering. Hal ini malah akan membuat Anda lebih rentan tertular virus.

Air vent atau ventilasi udara di pesawat tentunya telah didesain sesuai dengan kebutuhan penerbangan. Setelah mengetahui bahayanya, mulailah untuk mengubah kebiasaan menutup ventilasi udara di pesawat. Dengan demikian, Anda dan penumpang lainnya akan mendapatkan udara yang lebih sehat selama perjalanan.

Sumber : Klikdokter

(Ad)

%d blogger menyukai ini: