Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini, Hukum Massa Pendukung Buni Yani Dihadang Kawat Berduri

Massa Pendukung Buni Yani Dihadang Kawat Berduri

Kawat berduri dipasang di halaman Gedung Perpustakaan dan Kearsipan Kota Bandung, Jalan Seram, Kota Bandung, Selasa (14/11/2017). Foto/Agus Warsudi

Sketsanews.com, Bandung — Pagar betis aparat dan kawat berduri dipasang di halaman Gedung Perpustakaan dan Kearsipan Kota Bandung, Jalan Seram, Kota Bandung guna menghadang massa pendukung Buni Yani, pada sidang vonis hari ini, Selasa (14/11/2017).

Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Hendro Pandowo mengecek langsung kesiapan personel pemgamanan sidang vonis Buni Yani. Petugas juga melakukan penyisiran ruang sidang di lantai tiga Gedung Perpustakaan dan Kearsipan. Tak hanya itu, Polrestabes Bandung juga menerjunkan tiga kendaraan taktis barakuda guna mengantisipasi hal-hal tak diinginkan.

Pengaman ekstra ketat itu, kata Hendro Pandowo karena sidang vonis Buni Yani akan dihadiri ratusan massa pendukung. Kehaduran massa dalam jumlah besar dikhawatirkan memicu peningkatan kerawanan.

“Ada 200 sampai 300 orang dari organisasi massa Islam yang akan menggelar aksi unjuk rasa di lokasi sidang. Kami menambah jumlah personel dari 800 orang menjadi 1.032 orang,” kata Hendro.

Dia mengemukakan, pola pengamanan diberlakukan seperti biasa, petugas akan memberlakukan empat ring, dari satu sampai empat. Ring satu dibagi dalam dua bagian, ring 1A merupakan ruang sidang, dan 1B adalah gedung sidang. Ring 2 kawasan di sekitar gedung sidang, ring tiga radius 50 meter dari lokasi, dan ring empat jalur menuju kawasan Jalan Seram..

Di ring 1, 2, dan 3, disiagakan personel Brimob, Sabhara, dan Dalmas untuk mengamankan aksi massa yang diperkirakan akan hadir mengawal persidangan. Jumlah massa yabg bakal menggelar orasi diperkirakan sebanyak 500 orang dari sejumlah organisasi massa (ormas) Islam. Personel juga disiagakan di kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jabar dan Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Jalan RE Martadinata (Riau), masing-masing satu kompi.

“Setiap pengunjung diperiksa barang bawaannya. Mereka tidak boleh membawa masuk tas ke dalam ruangan karena kami tak bisa memeriksa seluruh barang bawaan pengunjung, seperti senjata tajam dan lain-lain. Selain pemeriksaan manual, kami juga menggunakan metal detektor,” kata Hendro, dikutip dari Sindonews.

(Ad)

%d blogger menyukai ini: