Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini, Hukum Meski Umur Sudah Tua, Si Pejabat Masih Nekat Nyolek Bocah SD

Meski Umur Sudah Tua, Si Pejabat Masih Nekat Nyolek Bocah SD

Ilustrasi (Dok.Jawapos.com)

Sketsanews.com, Padang — Masa tua Suhardi terancam berakhir di balik jeruji besi. Ya, PNS yang menjabat sebagai kepala seksi (kasi) di Pemerintah Kota Padang, Sumatera Barat, diduga melakukan tindak pencabulan berulang kali terhadap seorang bocah SD berinisial N (10).

Saat ini, pria 55 tahun itu telah diringkus kepolisian setempat.

Berdasarkan laporan orang tua N, putrinya mengalami pelecehan seksual yang dilakukan oleh Suhardi. Peristiwa itu terjadi terhadap korban ketika pelaku atau terlapor memanggil korban dan menanyakan orang tua korban.

Namun, pada saat itu, korban hanya sendirian di rumah. Mengetahui orang tua tidak berada di rumah, Suhardi kemudian memberi korban uang Rp 5 ribu.

Setelah memberi uang, pelaku memegang payudara dan kemaluan korban serta menciumnya berulang-ulang kali.

Kapolresta Padang, Kombes Pol Chairul Aziz mengatakan, setelah menerima laporan orang tua korban, aparat langsung melakukan penyelidikan. Akhirnya, pelaku Suhardi diamankan.

“Ketika dibawa ke kantor polisi dan diinterogasi, pelaku membantah dan menolak mengakui jika sudah mencabuli korban N. Tetapi, karena memenuhi bukti-bukti dan saksi pelaku ditahan atas perbuatannya tersebut. Menurut informasi yang bersangkutan merupakan mantan kasi di salah satu Satuan Organisasi Perangkat daerah (OPD) Pemko Padang. Saat ini ia masih diperiksa intensif,” kata Daeng Rahman dilansir Pos Metro Online (Jawa Pos Grup), kemarin (8/9).

Sementara itu, Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Padang, Iptu Rosza Rezki F menambahkan bahwa pelaku ditahan karena sudah memenuhi saksi dan alat bukti.

Hasil pemeriksaan saksi, pelecehan seksual dilakukan pelaku di rumah korban.

”Hingga saat ini sudah dua orang saksi yang dimintai keterangan. Pelaku memang tidak mengakui perbuatannya. Pelaku diduga awalnya datang ke rumah korban mencari orang tuanya. Tapi, saat itu hanya korban di dalam rumah. Saat itulah pelaku memberikan uang dan melakukan perbuatan cabul kepada korban,” kata Iptu Rosza.

(Ad)

%d blogger menyukai ini: