Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini, Hidup Sehat Tak Bisa Lepas dari Gawai? Kemungkinan Anda Kena Nomophobia

Tak Bisa Lepas dari Gawai? Kemungkinan Anda Kena Nomophobia

Tak Bisa Lepas dari Gawai? Kemungkinan Anda Kena Nomophobia

Sketsanews.com, Jakarta — Beberapa orang akan langsung merasa cemas berlebih saat harus terpisah dengan gawai atau yang popular dengan sebutan gadget. Dalam dunia medis, hal ini disebut nomophobia.

Nomophobia berasal dari kombinasi kata no, mobile, dan phobia, yang diartikan secara bebas menjadi ketakutan untuk berpisah dari gawai. Tapi bagaimana seseorang bisa mengalami hal ini?

Pada dasarnya, setiap manusia akan mempertahankan tingkat kedekatan atau keterikatan tertentu dengan orang lain. Keterikatan ini sudah tercipta saat orangtua atau orang-orang yang pernah mengasuh Anda.

Namun, ketika dewasa, pada umumnya orang akan mencari keterikatan lain, seperti pada benda. Salah satu benda yang sering dijadikan sebagai pengganti adalah gawai.

Terlepas dari kenyataan bahwa hampir semua orang saat ini menggunakan gawai, ada dua alasan mengapa kita selalu terhubung ke perangkat ini:

  • Gawai memungkinkan Anda untuk mengontak orang lain dengan mudah. Dengan demikian, gawai memiliki fungsi untuk memfasilitasi hubungan komunikasi Anda dengan teman dan keluarga lebih lengkap.
  • Gawai dapat menyimpan foto atau informasi pribadi untuk memenuhi apa yang menjadi kegemaran Anda. Gawai juga dapat dipersonalisasi sebagai objek pengganti kehadiran manusia.

Lantas, bagaimana cara mengetahui apakah Anda seorang nomophobia atau tidak?

Dalam sebuah penelitian yang dikutip dari psychologytoday.com, seseorang yang mencari kedekatan dan terus berusaha menjaga gawai tetap dekat serta cenderung kesulitan untuk berpisah darinya bisa dikategorikan nomophobia.

Pada dasarnya, menjaga agar gawai tetap dekat dengan Anda wajar dilakukan. Namun orang-orang nomophobia memiliki tingkat kecemasan berlebih yang membuat gawai harus tetap berada di sisi mereka.

Rasa cemas ini timbul karena seorang nomophobia menganggap gawai sebagai satu-satunya perangkat yang bisa memfasilitasi hubungan komunikasinya dengan orang lain.

Para peneliti menemukan adanya hubungan antara penggunaan gawai dan tingkat kecemasan. Individu yang selalu diliputi kecemasan biasanya lebih banyak menggunakan gawai.

Perbedaan Gender

Dalam hal perbedaan gender, para peneliti menemukan bahwa perempuan lebih banyak melakukan panggilan dan SMS untuk tujuan komunikasi. Sementara laki-laki lebih banyak menggunakan gawai untuk pencarian informasi atau permainan.

Wanita menggunakan gawai untuk fungsi sosial dan membuat mereka memiliki kecenderungan untuk membentuk keterikatan pada gawai lebih besar daripada laki-laki.

Pesatnya perkembangan teknologi jangan sampai membuat hidup Anda menjadi lebih cemas. Gunakanlah gawai sebagaimana mestinya agar Anda tidak menjadi nomophobia.

Sumber : Klikdokter

(Ad)

%d blogger menyukai ini: