PM Trudeau Menangi Masa Jabatan Kedua, Kanada Kian Terpecah

Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau dan istrinya, Sophie Gregoire Trudeau melambai kepada pendukungnya di Palais des Congres, Montreal, Selasa (22/10).
Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau dan istrinya, Sophie Gregoire Trudeau melambai kepada pendukungnya di Palais des Congres, Montreal, Selasa (22/10).

Sketsanews.com – Perdana Menteri Justin Trudeau memenangkan masa jabatan kedua dalam pemilu Kanada. Jumlah pemilih di tempat-tempat pemungutan suara yang jauh lebih besar daripada perkiraan menunjukkan Trudeau mendapat “mandat yang jelas” meskipun Parlemen dan negara semakin terpecah.

Partai Justin Trudeau, Liberal, meraih kursi terbanyak di Parlemen tetapi tidak meraih mayoritas dalam pemungutan suara hari Senin. Itu berarti, partai itu harus bergantung pada partai oposisi untuk mengesahkan undang-undang.

Pidato pagi perdana menteri kepada pendukungnya disampaikan ketika saingannya dari Konservatif, Andrew Scheer, baru saja mulai berbicara kepada pendukungnya sendiri, memaksa jaringan TV untuk meninggalkan Scheer.

Tetapi perdana menteri menyampaikan nota pendamaian: “Bagi mereka yang tidak memilih kami, ketahuilah bahwa kami akan bekerja setiap hari untuk kalian, kami akan memerintah bagi semua orang.”

Sementara penghitungan suara terus masuk, Partai Liberal meraih 157 kursi – kurang 13 dari 170 yang dibutuhkan untuk mayoritas dalam Majelis Rendah dengan 338 kursi, sedangkan Konservatif meraih 121.

Walaupun Trudeau mendapat mandat, partainya meraih lebih sedikit suara daripada yang diraih Konservatif, sehingga tidak mendapat satu kursi pun di provinsi Alberta dan Saskatchewan yang didominasi Konservatif.

Kemarahan semakin berkembang di Alberta, yang merupakan cadangan minyak terbesar ketiga di dunia, atas ketidakmampuan Trudeau membuat jalur pipa ke pesisir Pasifik supaya minyak Alberta dapat menentukan harga yang lebih tinggi.

“Kepada rakyat Kanada di Alberta dan Saskatchewan,” ujar Trudeau setelah kemenangannya, “ketahuilah bahwa kalian adalah bagian penting dari negara kita yang besar. Saya telah mendengar frustrasi kalian, dan saya ingin berada di sana untuk mendukung kalian. Mari kita semua bekerja keras untuk menyatukan negara kita.”

Pada saat sama, Trudeau mengatakan, rakyat Kanada memilih pemerintahan progresif yang akan memerangi perubahan iklim. Itu berarti ia akan mempertahankan pajak karbon nasional, hal yang juga membuat marah rakyat di Kanada barat.

Trudeau, usia 47 tahun, menang walaupun didera serangkaian skandal yang mengurangi daya tariknya pada tahun 2015 dan menodai citranya sebagai ikon liberal.

“Saya kaget melihat keberhasilan Trudeau,” ujar dosen ilmu politik di University of Toronto, Nelson Wiseman. Ia yakin tidak ada orang yang memperkirakan Trudeau meraih mayoritas, tetapi mereka (kaum Liberal) tidak jauh dari itu.” (ka/jm)

▶ Sumber: VoaIndonesia ◀

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: