Polda DIY Ungkap 14 Kasus Ganja yang Dijual secara Online

Diresnarkoba Polda DIY Kombes Pol Dewa Putu Gede Artha (kiri) ketika menunjukkan barang bukti dan tersangka kepada wartawan, Kamis (16/5/2019). (FOTO: Dwijo Suyono/TIMES Indonesia)

Diresnarkoba Polda DIY Kombes Pol Dewa Putu Gede Artha (kiri) ketika menunjukkan barang bukti dan tersangka kepada wartawan, Kamis (16/5/2019). (FOTO: Dwijo Suyono/TIMES Indonesia)

Sketsanews, Yogyakarta – Penyalagunaan narkotika di Yogyakarta ternyata masih tergolong tinggi. Terbukti, dalam dua bulan Direktorat Narkoba Polda DIY berhasil mengungkap dan menangkap 14 kasus penyalagunaan narkota. Baik itu jenis ganja tembakau gorila maupun sabu-sabu. baram haram tersebut dijual secara online.

“Pengungkapan kasus narkotika diterjadi di berbagai tempat berbeda, DIY dan Jawa Tengah,” kata Diresnarkoba Polda DIY Kombes Pol Dewa Putu Gede Artha kepada wartawan, Kamis (16/5/2019).

Dalam operasi ini, anggota Polda DIY menyita barang bukti berupa ganja dan pelaku. Empat pelaku diantara ditangkap di wilayah DIY dan Magelang. Ironisnya, empat tersangka masih berstatus sebagai mahasiswa aktif di sebuah perguruan tinggi di Yogyakarta.

“Barang bukti yang diamankan anggota yaitu ganja seberat 4.42 gram. Proses penawaran melalui online sejak 2017 dan ditawarkan dengan sistem paket 3 gram seharga Rp 270 ribu,” tandas Dewa Putu Gede Artha.

Dari keterangan pelaku, pangsa pasar Yogyakarta yang paling diminati adalah ganja dan tembakau gorila. Untuk penjualan ganja melalui sistem online pun sampai ke Sumatera Barat.

“Tentu ini sangat memprihatinkan karena melibatkan mahasiswa,” jelas Dewa Putu Gede Artha.

Seorang tersangka, Iaf mengaku melakoni bisnis haram ini dengan cara menggunakan kode khusus ketika melakukan transaksi. Penjualan dilakukan melalui sistem online. Apabila ada pembeli yang memesan maka dirinya menggunakan jasa pengiriman.

“Sehingga pembeli tidak harus bertemu secara fisik. Ketika akan memulai transaksi biasanya diawali dengan kode organik,” kata Iaf.

Atas tindakan ini, para tersangka penjualan ganja dikenakan Pasal 111 UU RI Nomor 35 Tahun 2019 tentang Narkotika. Hukumannya, minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun. (*)

 

(in/TIMES Indonesia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: