Sketsa News
 
Home Berita, Berita Terkini, Headlines, kriminal, News Polisi Bekuk Pelaku Pencurian Spesialis Pecah Kaca Mobil

Polisi Bekuk Pelaku Pencurian Spesialis Pecah Kaca Mobil

Dari kiri, Kasubbag Humas Polres Makota, Ipda Ni Made Seruni Marhaeni, Kapolres Makota, AKBP Asfuri, S.I.K.,M.H, Kasat Reskrim Polres Makota, AKP Yadwivana Jumbo Qantasson, S.I.K, saat ungkap kasus curat, Jum’at, 14/9/2018. (Foto: Humas Makota/Imam Muchlis/Sketsanews.com)

Sketsanews.com, Malang – Tim Resmob Hunter Polres Makota berhasil meringkus pelaku pencurian dengan pemberatan dengan modus pecah kaca mobil, Jum’at, 14/9/2018. Tersangka dengan inisial HR (25) yang merupakan warga Perum Lokapala, Tangerang.

Kapolres Malang Kota AKBP Asfuri, S.I.K.,M.H, melalui Kasubbag Humas Ipda Ni Made Seruni Marhaeni menceritakan, bahwa pemilik mobil Amelia Hartono (33) warga Kecamatan Sukun, Kota Malang, sempat mengetahui kejadian pencurian itu melalui alarm mobil yang tiba-tiba berbunyi.

Pemilik mobil Amelia Hartono (33) warga Kelurahan Bandungrejosi, Kecamatan Sukun, Kota Malang, sempat mengetahui kejadian itu melalui alarm mobil. Saat itu, ia yang sedang memfoto copy di kawasan Jl. S. Supriadi, Kecamatan Sukun, mendengar alarm berbunyi.

“Korban hanya meninggalkan mobil sebentar, hanya foto copy. Tak berapa lama, ia mendengar alarm mobil berbunyi, kemudian melihat ada seseorang yang kabur dari sekitar lokasi parkir,” tutur beber Marhaeni kepada Sketsanews.com, Jum’at, 14/9/2018.

Marhaeni menambahkan, saat itu juga korban segera melaporkan kejadian tersebut kepada kepolisan.

“Berdasarkan laporan tersebut kemudian Polisi memintai keterangan dari korban yang selanjutnya melakukan pengejaran. Pada akhirnya pelaku bisa ditangkap, pada hari Kamis (13/09) di kawasan Lumajang”, imbuh Marhaeni.

Lebih lanjut Kasubbag Humas Polres Makota menjelaskan, selain tersangka HR, Polisi juga membekuk ES (30) warga Kecamatan Tempursari, Kabupaten Lumajang, yang menjadi penadah barang curian.

Dari tangan tersangka, Polisi mengamankan barang bukti berupa 2 HP, serta beberapa flasdish yang tersimpan di dalam tas korban, serta satu unit sepeda Motor Vixion.

“Dari keterangan tersangka, bahwa komplotan ini sudah beraksi sebanyak 6 kali. Namun tidak ingat dimana saja mereka beraksi. Sebab seperti biasanya keduanya berkeliling mengendarai motor mencari sasaran mobil parkir di pinggir jalan”, katanya.

Kini tersangka dijerat dengan pasal 365 dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun penjara.

“Kami menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak meninggalkan barang-barang berharga di dalam mobil ketika parkir, karena kejahatan bisa terjadi kapan dannkepada siapapun”, tutup Marhaeni. (Im)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: