Polisi Belum Beri Penangguhan Penahanan ke Oknum FPI Bekasi

Foto: Kapolresta Bekasi Kombes Indarto (Aditya Fajar-detikcom)

Foto: Kapolresta Bekasi Kombes Indarto (Aditya Fajar-detikcom)

Sketsanews.com, Bekasi – Pendamping hukum FPI Bekasi Aziz Yanuar keberatan dengan proses hukum yang dilakukan polisi terhadap anggota ormasnya dan berencana mengajukan penangguhan penahanan. Kapolresta Bekasi Kombes Indarto menilai itu menjadi kewenangan penyidik.

“Pengajuan penangguhan penahanan itu hak tersangka dan keluarganya jadi kita terima permohonannya. Nantinya itu akan dikaitkan dengan beberapa hal dari penyidik,” kata Indarto dalam jumpa pers di Polresta Bekasi Kota, Senin (1/1/2018).

Indarto menjelaskan, penyidik harus memastikan terlebih dulu agar tersangka tidak melakukan hal-hal seperti menghilangkan barang bukti.

“Yang paling penting sebetulnya dipertimbangkannya apakah tahap penyidikan sudah selesai sehingga dia dapat ditangguhkan,” jelasnya.

Pasca penangkapan itu, polisi menekankan hubungan sinergitas antara organisasi masyarakat (Ormas) dan polisi. Dirinya juga berencana melakukan asosiasi dari atas capaian kerjanya.

“Saya pikir kami tidak ada masalah dengan ormas. Bahkan tetap ada ormas yang menjalin komunikasi yang baik,” sambungnya.

“Yang benar bagimana meningkatkan hubungan. Jadi saya pikir masyarakat, polisi dan ormas harus ditingkatkan,” lanjutnyan

Lebih lanjut, Indarto menegaskan petugas kepolisian tengah berjaga tak jauh dari lokasi kejadian. Oleh karena itu selang waktu petugas tiba ke lokasi tidak lama.

“Jadi ada anggota di situ dan mengetahui, ketika kejadian itu anggota langsung mengamankan. Makanya jarak oknum ormas melakukan pidana dan petugas tiba hanya berselang 10-15 menit,” terangnya.

4 anggota FPI Bekasi berurusan dengan kepolisian lantaran diduga melakukan persekusi terhadap penjual toko obat di Pondok Gede, Kota Bekasi, Jawa Barat. Pendamping hukum FPI Bekasi, Aziz Yanuar keberatan dengan proses hukum ini karena dia menganggap para anggota FPI dipanggil tanpa melalui prosedur yang sah.

“Jadi ada anggota masyarakat sekaligus dia juga anggota FPI ditersangkakan, ditahan juga. Kemarin awalnya 4 orang, tapi sekarang tinggal satu yang ditahan. Statusnya yang 3 itu saya belum update tersangka atau bukan. Yang satu (anggota) lagi berkasnya saya pegang. Kena di Pasal 170 KUHP. Yang 3 anggota lainnya kalau nggak salah masalahnya pasal persekusi. Semuanya orang FPI,” jelas Aziz kepada detikcom saat dikonfirmasi, Sabtu (30/12/2017).

Aziz menceritakan asal muasal anggota FPI terjerat masalah di kepolisian adalah kegiatan penindakan toko obat. Menurut Aziz ada toko obat yang tak berizin, menjual obat-obatan jenis G atau obat keras dan obat kedaluwarsa. Masyarakat bersama FPI melaporkan temuan tersebut ke Polsek Pondok Gede.

“Rabu, 27 Desember kemarin ada penindakan. Jadi warga masyarakat resah karena ada toko obat yang tidak berizin menjual obat-obatan jenis tipe G yang masuk kategori obat terlarang sekaligus banyak obat kadaluarsa. Maka warga masyarakat berinisiatif menghubungi Polsek Pondok Gede,” ujar Aziz. (Sh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: