Polisi Bongkar Pengoplos Elpiji 3 Kilogram

NGOPLOS GAS: Nekat mengurangi isi gas elpiji, Muhtar Hadi harus berurusan dengan polisi. Sebanyak 117 tabung gas 3 kiloan yang sebagian sudah kosong juga disita sebagai barang bukti. (Jumai/Radar Jember)

NGOPLOS GAS: Nekat mengurangi isi gas elpiji, Muhtar Hadi harus berurusan dengan polisi. Sebanyak 117 tabung gas 3 kiloan yang sebagian sudah kosong juga disita sebagai barang bukti. (Jumai/Radar Jember)

Sketsanews.com,Jember– agi warga yang hendak membeli gas elpiji 3 kilogram, sebaiknya waspada. Jika perlu, pembeli harus menimbang kembali elpiji tersebut. Pasalnya, baru-baru ini Polres Jember berhasil membongkar kasus penjualan tabung gas elpiji 3 kilogram yang diisi oplosan.

Dalam rilis di Polres Jember kemarin siang, kasus elpiji oplosan ini melibatkan seorang tersangka yakni Muhtar Hadi, 43, warga Jalan Tawangmangu nomor 93, Kelurahan Tegalgede, Sumbersari. Tersangka langsung dibawa ke Polres Jember untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Yang menarik, kasus ini malah terungkap dari laporan  tetangga sekitar. Dimana warga yang biasanya membeli tabung gas pada tersangka mengaku jika gas yang dibeli dari Muhtar Hadi itu cepat habis. Padahal, untuk penggunaan gasnya tidak ada yang berlebihan.

Karena curiga, warga melaporkan kejadian ini ke polisi. “Tabung elpiji ini cepat habis. padahal penggunaan normal. Ini yang membuat konsumen curiga,” ucap Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo saat didampingi Wakapolres Kompol Edo Satya Kentriko kemarin siang.

Petugas yang mendapatkan laporan warga inipun langsung bergerak cepat. Polres melakukan penyelidikan asal usul gas elpiji yang mudah ngowos ini. Mereka pun menelusuri darimana mendapatkan elpiji itu. “Akhirnya mengarah pada tersangka yang diduga kuat mengoplos atau mengurangi isi gas dari tabung elpiji itu,” jelas Kusworo.

Dalam pemeriksaan polisi, tersangka Muhtar Hadi mengaku, isi tabung gas itu sebagian dipindahkan ke tabung kosong. Bahkan tersangka melakukan aksi itu dengan alat yang sederhana, yakni sebuah pipa besi saja. Padahal, hal ini cukup beresiko tinggi karena rentan meledak.

“Tabung gas yang kosong ditaruh di atas tabung yang ada isinya. Lewat media pipa besi tadi, gas dipindahkan (dikurangi, Red),” ungkap Kusworo.

Untuk menghindari kecurigaan konsumen, tersangka ‘nyuri’ gas sedikit-sedikit. “Rata-rata, gas yang dikurangi sekitar 0,2 kilogram saja untuk setiap tabungnya,” jelasnya. Sehingga, dari 15 tabung gas yang dikurangi itu, sudah dapat mengisi satu tabung kosong elpiji.

Dalam melakukan aksinya itu, tersangka Muhtar Hadi mengoplos tabung gas di gudang belakang rumahnya. “Selama ini, tabung itu dijual pada sejumlah toko langganan tersangka,” jelasnya.

Harga penjualannya memang lebih murah dibanding harga pada umumnya. Dimana untuk setiap tabung yang dijual oleh tersangka ini biasanya dihargai dengan Rp 15 ribu. Padahal harga umumnya itu untuk tabung 3 kilogram sekitar Rp 16.500. Sehingga ada selisih Rp 1.500an.Seperti yang dikutip dari Jawapos

Pihak kepolisian sendiri, masih mendalami aksi ini. Termasuk untuk mengetahui kapan mulai dilakukan aksi pengoplosan isi tabung gas ini. Pihak Polres Jember masih akan meminta keterangan dari para saksi untuk mengetahui seberapa lama tersangka melakukan aksinya. “Tersangka mengaku baru beraksi sekitar seminggu,” kata Kusworo.

Namun, informasi yang beredar di masyarakat, aksi tersangka diduga sudah lebih sebulan lalu. Yang jelas, selain mengamankan tersangka, lanjut Kusworo, pihaknya juga sudah mengamankan sejumlah barang bukti. Diantaranya 117 tabung gas elpiji, yang sebagian merupakan tabung kosong.

“Kita juga mengamankan sebuah timbangan gantung, pipa alumunium, sebuah obeng, sebuah tutup segel, karet pengaman tabung, sebuah motor dan sebuah gerobak,” urai Kusworo.

Pihaknya saat ini masih terus mengembangkan kasus tersebut. Tidak menutup kemungkinan ada pihak lain yang terlibat dalam kasus ini. “Kami tidak akan berhenti disini saja, kasusnya masih terus kita kembangkan,” jelasnya. Bukan tidak mungkin nantinya akan ada pelaku lain yang terlibat dalam kasus ini. Kusworo sendiri pun berpesan kepada masyarakat yang lain untuk berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan dalam membeli tabung gas elpiji.

Dirinya pun menyarankan kepada masyarakat untuk lebih baik menimbang gas elpiji yang dibeli. “Bukan untuk mencurigai penjual, tetapi untuk kewaspadaan,” jelasnya. Selain itu, pihaknya juga meminta kepada masyarakat untuk melaporkannya kepada petugas. Sehingga masyarakat tidak ada lagi yang dirugikan dengan kejadian gas dioplos ini.

(Tb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: