Polisi Imbau Jemaat Gereja Tak Membawa Ransel saat Ibadah Natal

Anggota Polisi melakukan penyisiran Gereja Katedral di Jakarta, 24 Desember 2015. Penyisiran itu dilakukan guna pengamanan saat ibadah Natal di gereja tersebut. ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

Anggota Polisi melakukan penyisiran Gereja Katedral di Jakarta, 24 Desember 2015. Penyisiran itu dilakukan guna pengamanan saat ibadah Natal di gereja tersebut. ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

Sketsanews.com, Jakarta – Kepolisian Daerah Metro Jaya mengimbau jemaat gereja untuk tidak membawa tas berukuran besar atau ransel saat mengikuti ibadah Natal 2018. Imbauan tersebut disampaikan untuk alasan efektivitas dan kenyamanan.

“Karena kami akan periksa (tas) di sana (gereja),” kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Argo Yuwono, Sabtu sore, 22 Desember 2018.

Seperti yang dikutip dari Tempo, Argo menegaskan, jemaat yang akan masuk ke rumah ibadah bakal diperiksa lebih dulu oleh petugas keamanan. Maka itu, umat yang hendak beribadah diminta untuk membawa barang-barang yang diperlukan saja.

Imbauan Polda Metro Jaya ini menjadi salah satu upaya polisi menggencarkan Operasi Lilin Jaya 2018. Argo mengatakan pihaknya sudah menerjunkan 11.403 personel untuk mengamankan ibadah selama Natal dan malam Natal.

Operasi Lilin Jaya akan digencarkan selama 12 hari. Operasi besar pengamanan Natal dan Tahun Baru itu efektif dimulai 21 Desember 2018 hingga 1 Januari 2019. Dalam pelaksanaan, Polda Metro Jaya dibantu oleh TNI dan pihak keamanan internal. Selain itu, petugas kesehatan, Dinas Perhubungan DKI, dan Satuan Polisi Pamong Praja juga disiagakan. (Eni)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: