Polisi Periksa 18 Saksi Kasus Pedofilia di SDN Kauman 3 Kota Malang

Kasat Reskrim Polres Malang Kota AKP Komang Yogi Arya Wiguna. (Foto: Imam Muchlis/Sketsanews.com)

Kasat Reskrim Polres Malang Kota AKP Komang Yogi Arya Wiguna. (Foto: Imam Muchlis/Sketsanews.com)

Sketsanews.com, Malang – Hingga kini Polisi telah memeriksa sebanyak 18 orang saksi terkait kasus dugaan pencabulan yang dilakukan oleh oknum PNS di SDN Kauman 3 Kota Malang, Selasa, 25/2/2019.

Kasat Reskrim Polres Malang Kota AKP Komang Yogi Arya Wiguna menjelaskan, bahwa kepolisian dalam menangani dugaan kasus pencabulan yang dilakukan oknum guru olah raga dengan inisial IS (59) itu, pihaknya telah memeriksa saksi sebanyak 18 orang.

“Jadi sampai saat ini kami telah memeriksa saksi-saksi sebanyak 18 orang termasuk korban,” tegas Komang.

Selama pemeriksaan berlangsung Komang mengatakan tidak ada kendala yang menonjol, hanya soal waktu saja.

“Diantara saksi-saksi yang kita periksa itu ada yang dari siswa. Kita tidak bisa menciderai hak-hak siswa untuk memperoleh hak belajar atau menuntut ilmu,” katanya.

Baca juga: Kasus Dugaan Pencabulan di Kota Malang Temui Titik Terang

Walikota Malang Akan Tindak Tegas Pelaku Pedofilia di SDN Kauman 3

Kini, kasus dugaan pencabulan yang terjadi di SDN Kauman 3 Kota Malang telah dinaikkan statusnya dari penyelidikkan menjadi penyidikan.

Lebih lanjut, Kasat Reskrim Polres Malang Kota menambahkan, jika terbukti bersalah maka tersangka akan dijerat dengan Pasal 82 Undang-undang No. 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak dengan ancaman minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun penjara.

Seperti diberitakan sebelumnya, bahwa oknum PNS dengan inisial IS yang diduga telah melakukan tindakan pedofilia telah memakan korban sebanyak 20 siswa.

Kasat Reskrim Polres Malang mengatakan, oknum PNS itu melancarkan aksinya saat siswa sedang ganti baju.

“Ada yang di remas dan ada juga yang diraba. Semua itu dilakukan sejak Desember 2018,” pungkas Komang. (Im)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: