Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini, Hukum Polisi Selidiki Laporan Habiburokhman dan Mahasiswa Soal ‘Mudik Neraka’

Polisi Selidiki Laporan Habiburokhman dan Mahasiswa Soal ‘Mudik Neraka’

Foto: Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono (Kanavino/detikcom)

Sketsanews.com, Jakarta – Ketua Bidang Advokasi dan Hukum DPP Gerindra Habiburokhman dan seorang mahasiswa Danick Danoko saling lapor ke Polda Metro Jaya soal macet mudik seperti ‘neraka’ di Merak. Polisi masih menyelidiki dua laporan tersebut dan belum dapat memastikan mana laporan yang didahulukan.

“Kita tunggu saja bagaimana penyelidikan nanti, ini kan masih penyelidikan semua,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono kepada detikcom, Kamis (21/2/2018).

Polisi hingga saat ini polisi masih mendalami 2 laporan tersebut. Untuk itu polisi belum dapat memastikan mana laporan yang akan didahulukan.

“Penyelidikan, masih penyelidikan, didalami lagi,” kata Argo.

Menurut, penyidik nantinya akan mengatur dan menentukan kedua laporan tersebut.

“Ya nanti bagaimana penyidik mengaturnya, nggak ada masalah, itu hal yang biasa seperti itu,” tuturnya.

Habiburokhman dilaporkan Danick ke Polda Metro Jaya karena dituding berbohong soal macet mudik seperti ‘neraka’. Danick mengatakan pernyataan Habiburokhman soal kemacetan di Pelabuhan Merak, Banten, pada 13 Juni 2018 tidak sesuai dengan fakta di lapangan. Danick sendiri mengaku pada tanggal yang sama berada di Merak dan tidak menemukan kemacetan seperti yang digambarkan Habiburokhman.

“Saya H-2 itu melakukan perjalanan dari rumah ke Merak, Banten, untuk nganter rekan, nganterin teman saya. Dalam perjalanan itu tidak menemukan ada kemacetan seperti yang dibilang oleh Pak Habiburokhman ini. Tapi saya nggak ke Lampung, saya balik lagi ke Jakarta. Saya cuma nganter doang sampai pelabuhan, terus saya pulang lagi ke Jakarta,” tutur Danick saat dikonfirmasi detikcom, Kamis (21/6).

Atas laporan tersebut, Habiburokhman, melaporkan balik Danick ke Bareskrim Mabes Polri. Dalam laporannya, Habiburokhman menyertakan bukti yang ia berikan kepada pihak kepolisian.

Di antaranya, print out berita dari enam media online terkait kemacetan di Pelabuhan Merak beserta tautan berita tersebut.

“Bukti, yang jelas tadi (menyerahkan) enam print out dari enam media yang berbeda. Lalu kita simpan juga dalam bentuk flashdisk, dan ada link yang kita serahkan,” ucap Habiburokhman di Bareskrim, Jalan Medan Merdeka Timur.
(Sh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: