Polisi Sita 30 Kilogram Sabu Sindikat Internasional

Kapolres Metro Jakarta Barat Komisaris Besar Polisi Hengki Haryadi menunjukkan barang bukti 30,3 kilogram narkoba milik sindikat internasional di Jakarta, Senin (6/8).

Sketsanews.com, Jakarta – Anggota Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Barat menyita 30,3 kilogram sabu-sabu
dan aset berharga termasuk uang tunai senilai Rp2,3 miliar milik sindikat narkoba internasional
yang dikendalikan narapidana.

“Dari hasil ungkap, polisi mengamankan empat orang tersangka berinisial FJ, TH, RZ, dan MDL,”
kata Kapolres Metro Jakarta Barat Komisaris Besar Polisi Hengki Haryadi di Jakarta Senin.

Selain sabu dan uang tunai Rp2,3 miliar, petugas juga menyita dua unit mobil, satu unit sepeda
motor, delapan unit ponsel pintar, serta buku rekening dengan total aset senilai Rp48 miliar.

Sebelumnya, tersangka FJ beberapa hari lalu ditangkap dengan barang bukti sabu seberat 500
gram. FJ diketahui sebagai pengedar di kawasan Teluk Gong Jakarta Utara dan juga sebagai
pemasok narkoba kepada geng tenda oranye yang kerap menjambret.

Kapolres Metro Jakarta Barat Komisaris Besar Polisi Hengki Haryadi menunjukkan barang bukti 30,3 kilogram narkoba milik sindikat internasional di Jakarta, Senin (6/8).

Dari penangkapan FJ, Hengki mengungkapkan petugas mengembangkan kasus guna menangkap
tersangka TH di kawasan Palmerah Jakarta Barat dengan barang bukti 700 gram sabu.
“Pelaku (TH) ini berperan sebagai selaku kurir dan perantara. Kita tangkap di kontrakannya di
Palmerah,” ungkap Hengki.

Anggota polisi antinarkoba di bawah kendali Kasat Narkoba AKBP Erick Frendiz terus melakukan
pengembangan terhadap tersangka yang diamankan.

Kemudian, petugas menangkap RZ yang diketahui sebagai kurir dan juga penjaga gudang
penyimpanan narkoba di Jalan Walang Sari II Tugu Utara Jakarta Utara.

“Dari tangan RZ kami menyita dua buah tas yang masing-masing berisikan sembilan bungkus
narkotika jenis sabu dan 20 bungkus narkotika sabu dengan total berat bruto 29.603 gram,” jelas
Hengki.

Dalam mengedarkan narkotika, lanjutnya, RZ dikendalikan oleh MDL yang mengendalikan
transaksi dan keuangan.

“MDL ditangkap di salah satu apartemen di Tanjung Duren, Jakarta Barat. Tersangka MDL
berdomisili di Bandung, dia ke Jakarta hanya untuk mengendalikan peredaran narkoba yang
disimpan di gudang di Jakarta Utara,” lanjutnya.

Dari hasil pemeriksaan, terungkap seluruh jaringan sindikat narkoba tersebut dikendalikan seorang
narapidana yakni tersangka PR yang menghuni pada salah satu lembaga pemasyarakatan di
wilayah Jawa Barat.

“PR mengakui mendapatkan narkoba dari jaringan internasional Malaysia-Indonesia. Adapun aset
uang yang diamankan berasal dari rekening yang dikendalikan bersama oleh PR dan MDL,”
ungkap Hengki.

Keempat tersangka akan dijerat pasal berlapis yakni pasal 114 ayat (2) Sub 112 UU RI No 35
tahun 2009 tentang narkotika dan juga Pasal 137 Undang -Undang Republik Indonesia tentang
pencucian uang, seperti yang dikutip dari Antara.
(Eni)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: