Polisi Vs Warga, Kashmir Mencekam

Foto/Net

Sketsanews.com, Kashmir – Bentrokan antara polisi dengan warga yang menewaskan tiga orang berbuntut panjang. Otoritas Kashmir memutuskan mengaktifkan jam malam usai kericuhan tersebut.

Untuk saat ini, pihak berwenang memberlakukan jam malam di Kota Tral Wani dan membatasi akses internet di empat distrik untuk mengantisipasi kerusuhan. Kebijakan itu menyebabkan jalan di Kashmir pun terlihat sepi pada Minggu siang kemarin.

Penembakan tiga warga Kash­mir terjadi saat kepolisian India berusaha menenangkan aksi lem­par batu yang terjadi pada Sabtu petang. Aksi lempar itu terjadi pada malam peringatan kematian Burhan Wani, pemberontak yang tewas terbunuh oleh pasukan pe­merintah pada 8 Juli 2016.

Momen ini memicu bentrok massa dengan kepolisian. Tentara India menembak mati 3 pengun­juk rasa yang melakukan aksi lempar batu di Kashmir. Salah satu di antaranya yang tertembak adalah gadis berusia 16 tahun.

Para saksi melihat tentara melepaskan tembakan ke distrik Kashmir di selatan Kulgam. Dua lainnya, pria berusia 20 dan 22 tahun dan gadis 16 tahun.

Dikutip dari Rmol, “Ketiganya mengalami luka tembak dan meninggal segera set­elah mereka tiba di rumah sakit,” terang dokter di sebuah rumah sakit sub-distrik di Kulgam.

Kepala Kepolisian setempat, SP Vaid mengonfirmasi kabar tersebut, namun tidak menjelas­kan rinciannya.

Para pemimpin separatis telah meminta penutupan jalan dan jam malam untuk memperingati kematian Wani.

Pemimpin separatis yang berada dalam tahanan rumah, Mirwaiz Umar Farooq menuduh pasukan keamanan melakukan ‘pembantaian’ dan menuding aparat tanpa pandang bulu ke­pada pengunjuk rasa. (Ro)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: