Sketsa News
 
Home Berita, Berita Terkini, Headlines, Hukum, kriminal, News Ponpes yang Digerebek Densus 88 Dikenal Tertutup

Ponpes yang Digerebek Densus 88 Dikenal Tertutup

Lokasi Ponpes

Sketsanews.com, Lampung – Misgianto, pemilik pondok pesantren yang digerebek tim Densus 88 Antiteror, dikenal tertutup.

Ponpes yang berlokasi di Jalan Karanganyar Blok 1A, Desa Karanganyar, Kecamatan Jatiagung, Lampung Selatan, itu digerebek puluhan polisi berseragam serbahitam, Jumat, (22/6/2018).

Di mata warga, belakangan Misgianto menunjukkan perubahan sikap. Ia sudah menjadi pribadi yang tertutup dan jarang berbaur dengan masyarakat sekitar.

Atun (45), tetangga sekitar ponpes, mengatakan, awalnya Misgianto sering berkumpul bersama warga. Perubahan itu terlihat sejak lima tahun terakhir.

“Dulu orangnya itu sering ngumpul. Tapi, setelah lima tahun yang lalu, dia itu sudah jarang main ke tetangga. Ikut gituan. Dan, sebelum mendirikan pondok, dia punya usaha pupuk,” beber Atun.

Masih kata Atun, Misgianto juga membangun masjid sendiri di lingkungan rumahnya.

“Ya dia punya masjid sendiri dan nggak membaur lagi sama warga sekitar,” pungkasnya.

Hal sama dikatakan Doni (22), marbot Musala Nurul Ikhlas. Ia mengatakan, penghuni ponpes milik Misgianto juga tak pernah berbaur dengan warga sekitar.

“Ya nggak mau membaur orang pondok itu. Mereka punya masjid sendiri. Jadi kalau Jumatan ya sendiri. Kalau kami warga di masjid luar nggak ke situ,” tutur Doni.

Doni menjelaskan, Misgianto memiliki perawakan kurus dan berjenggot pendek.

“Memang dia orang asli sini. Tapi, baru tiga tahun lebih dia mendirikan ponpes di rumahnya,” tambah Doni.

Doni sangat menyayangkan sikap Misgianto yang belakangan tak mau bersosialisasi dengan warga sekitar.

“Kenduri (tahlilan) aja nggak mau datang. Bahkan, saat salat Id membuat sendiri di halaman rumahnya. Warga nggak ada yang salat di sana,” ucap Doni.

Doni menuturkan, jumlah santri di ponpes milik Misgianto cukup banyak. “Banyak, ada puluhan. Saya tahu waktu salat Id pasti ramai santrinya,” imbuhnya.

Dari pantauan Tribun Lampung, pasca penggerebekan, lingkungan ponpes tersebut terlihat sepi. Terlihat garis polisi yang terbentang sepanjang 50 meter menutupi halaman ponpes tersebut.

Kendati demikian, beberapa santri nampak melakukan aktivitas di masjid seperti biasa. Saat Tribun hendak menghampiri pondok, beberapa santri melarangnya. (Wis/Tribunnews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: