Ponsel Super-Murah Meledak, Seorang Kakek Tewas Terbakar

Tampak ponsel Jio yang meledak sehingga menewaskan seorang kakek di India. Foto/ist

Tampak ponsel Jio yang meledak sehingga menewaskan seorang kakek di India. Foto/ist

Sketsanews.com, New Delhi– Ledakan ponsel sudah sering kita dengar, tapi sangat jarang menimbulkan kematian bagi korbannya. Di India, seorang kakek tewas karena ponsel murahnya meledak.

Korban tercatat bernama Kishore Singh, warga Desa Netavalgarh Pachhli di Chittagong. Dia dilaporkan tewas akibat ledakan ponsel Jio yang dikenal di India sebagai handset supermurah.

Laman Giz China, Rabu (2/1/2019), melaporkan, menurut istrinya, suaminya itu lupa untuk mengambil smartphone dari sakunya saat tidur. Pukul 02.30, ketika dia melakukan rutinitas di pagi hari, tiba-tiba mendengar suara keras.

Korban tidak bisa meraih ponselnya dan tubuh suaminya itu terbakar parah. Sempat dilarikan ke rumah sakit, tapi dokter menyatakan Kishore Singh meninggal dunia saat tiba di rumah sakit.

Ponsel Jio adalah program “telepon seluler gratis” yang diluncurkan oleh operator jaringan seluler India, Reliance Jio, yang didukung oleh pemerintah setempat. Perangkat dijual kepada warga miskin dengan harga hampir bisa dikatakan gratis.

Kishore Singh membeli ponsel itu seharga Rp231.000 dan baru dibeli dua bulan lalu. Tidak jelas apakah ponsel telah diperbaiki atau baterai sudah diganti, tapi kemungkinan meledak sangat kecil karena handset belum lama dibeli.

Setelah kejadian itu, banyak penduduk desa segera melepaskan ponsel tersebut karena kualitasnya dianggap sangat buruk. Pemerintah India sendiri telah memulai penyelidikan, tapi Reliance Jio belum secara resmi merespons.

Insiden ledakan ponsel tidak terbatas pada telepon murah. Masih ingat kasus Samsung Galaxy Note 7 yang sangat populer dalam banyak kasus ledakan? Dan kejadian ini memaksa Samsung menarik kembali perangkat mahal itu.

Untuk tujuan keamanan, smartphone tidak boleh menjadi teman tidur kita dan tidak boleh diisi daya semalaman. Kerusakan serius dapat terjadi akibat praktik semacam itu. (As)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: