Presiden Korsel Kehilangan Banyak Gigi Karena Stres

Presiden Korea Selatan (Korsel) Moon Jae-in.

Presiden Korea Selatan (Korsel) Moon Jae-in.

Sketsanews.com, Seoul – Memimpin sebuah negara merupakan tugas dan tanggung jawab besar yang harus dipikul oleh seorang presiden. Hal ini pula yang dihadapi oleh Presiden Korea Selatan (Korsel) Moon Jae In.

Sebagai presiden, Moon diberikan tanggung jawab besar untuk memimpin sebuah negosiasi nuklir dan militer dengan pertaruhan yang sangat tinggi sepanjang sejarah.

Namun sebelum menjabat sebagai presiden, Moon juga sempat merasakan ritme kerja seperti orang-orang Korsel pada umumnya. Moon pernah bekerja sebagai kepala staf kepresidenan untuk mantan Presiden Korsel Roh Moo Hyun.

Ritme kerja yang sangat keras kala itu tentu memberi tekanan atau stres tersendiri bagi Moon. Saking beratnya stres yang ia rasakan, Moon harus kehilangan banyak gigi.

Fakta ini diungkapkan oleh Duta Besar Korsel di Warsawa, Mira Sun. Dahulu, Mira sempat bekerja sebagai juru bicara pers luar negeri untuk Presiden Roh. Mira diberitahu bahwa posisi sekretaris presiden merupakan pekerjaan yang sangat menuntut, baik secara fisik maupun mental.

“Presiden Moon (saat itu) memiliki 10 gigi yang dicabut sekaligus saat bekerja untuk Presiden Roh dan dua gigi lagi ketika menjadi presiden,” ujar Mira dilansir dari ROL.

Mira mengatakan, dirinya tidak kehilangan satu gigi pun saat bekerja untuk Presiden Roh. Oleh karena itu, teman-teman sejawat Mira kerap menggoda dan menyebut Mira kurang bekerja keras karena tidak sampai stres dan kehilangan gigi.

Orang-orang Korsel memang dikenal dengan kerja kerasnya. Bahkan terkadang sebagian orang Korsel terlalu keras bekerja hingga mengancam jiwa. Rata-rata orang Korsel bisa bekerja hingga 2.113 jam per tahun, melebihi rata-rata bekerja orang Amerika Serikat yaitu 1.779 jam per tahun.

Business Insider mencoba mencari tahu lebih lanjut mengenai dampak stres terhadap kesehatan gigi. Menurut dokter gigi, stres mungkin bukan penyebab langsung dari kehilangan gigi. Akan tetapi, stres bisa berkontribusi terhadap kehilangan gigi.

Di bawah pengaruh stres yang sangat tinggi, seseorang bisa tanpa sadar menggeretak atau menggerus gigi (grinding). Stres yang sangat berat juga dapat membuat seseorang lupa untuk merawat gigi dengan baik. Stres yang tinggi juga dapat meningkatkan risiko dari penyakit gusi. Faktor-faktor inilah yang kemudian dapat berkontribusi pada kehilangan gigi. (Hw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: