Priok Uji Coba Pintu Otomatis, Truk Keluar Malah Terhambat

Jakarta International Container Terminal (JICT) di Tanjung Priok, Jakarta – Reuters/Beawiharta

Sketsanews.com, Jakarta – Antrean dan kemacetan terjadi dalam uji coba pintu otomatis (auto gate system) di pos 9 Pelabuhan Tanjung Priok, karena arus truk peti kemas yang hendak keluar dari Jakarta International Container Terminal (JICT) terhambat, Rabu, 18/7/2018.

Wakil Dirut PT.JICT, Riza Erivan mengatakan kemacetan di pos 9 yang terjadi pada jam-jam sibuk pasca uji coba auto gate di pelabuhan Priok itu perlu segera diatasi.

Sejak 5 Juli 2018, Pelindo II menguji coba penerapan pas elektronik (e-pass) dalam gate system di Pelabuhan Tanjung Priok di pos satu, pos delapan dan pos sembilan Tanjung Priok.

E-pass yang dipakai pada gate system pelabuhan Priok Itu menggunakan IPC Smart Card yang merupakan kerja sama PT Integrasi Logistik Cipta Solusi (ILCS)-anak usaha Pelindo II/IPC dengan PT.Bank Negara Indonesia (BNI). Selain digunakan untuk masuk pelabuhan, smart card ini dapat digunakan pula di gerbang tol.

“Kondisi kemacetan dan atrean truk ini sudah menghambat truk yang keluar dari JICT karena kemacetan di pintu 9 tersebut. Ditambah juga volume truk kontainer yang bertambah menuju terminal 3 Priok,” ujarnya, seperti dikutip dari Bisnis.com.

Persimpangan pos 9 merupakan salah satu akses terhadap truk yang hendak keluar dari terminal JICT, disisi lain mayoritas truk pengangkut barang dan peti kemas yang hendak masuk ke terminal 2 dan terminal 3 pelabuhan Priok juga melalui akses tersebut.

Berdasarkan data yang diperoleh Bisnis, peti kemas ekspor yang dilayani di JICT pada 2017 mencapai 687.783 twentyfoot equivalent units (TEUs) atau setara 482.761 bok. Adapun peti kemas impornya 923.026 TEUs (651.954 bok).

Sedangkan di TPK Koja arus bongkar muat peti kemas ekspor impor yang dilayani pada tahun lalu mencapai 1.092.665 TEUs.
(Im)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: