Sketsa News
 
Home Berita, Berita Terkini, Headlines, News, Peristiwa Propam Periksa Kapolres Ketapang soal Kantor Polisi Bersama China

Propam Periksa Kapolres Ketapang soal Kantor Polisi Bersama China

Foto/Kumparan

Sketsanews.com, Ketapang – Propam Mabes Polri akan memeriksa Kapolres Ketapang AKBP Sunario terkait dugaan kerja sama pembangunan kantor polisi bersama antara Polres Ketapang dengan Kepolisian Cihina di Ketapang, Kalimantan Barat.

Kabid Propam Mabes Polri Irjen Martuani Sormin mengatakan, AKBP Sunario akan diperiksa terlebih dahulu.

“Kita akan periksa terlebih dahulu Kapolres Ketapang, Polda Kalbar,” ujar Martuani seperti yang dikutip dari kumparan, Jumat (13/7).

Martuani mengungkapkan, Polri akan menindak tegas anggotanya yang tidak mematuhi garis komando. Ia mengungkapkan sanksi dapat berupa pencopotan.

“Karena semua kita sesuai prosedur sebelum menjatuhkan sanksi,” imbuhnya.
Sebelumnya Kapolres Ketapang AKBP Sunario telah membantah adanya kerja sama pembangunan kantor bersama dengan kepolisian China di Ketapang Kalbar.
“Jadi tidak ada kesepakatan, kita tolak. Tidak ada kantor polisi bersama,” tegas Sunario.

Sementara Kapolda Kalbar Irjen Pol Didi Haryono mengatakan, kasus ini sedang didalami oleh pihaknya. Sehingga dia butuh waktu untuk menyelidiki kebenarannya.
“Kami sedang melakukan pendalaman secara mekanisme prosedural dan regulasi atas peristiwa tersebut, mohon waktu, terima kasih,” kata Didi kepada kumparan.

Sebuah foto beredar di media sosial. Di foto itu anggota kepolisian RI dan juga polisi dari China berdiri di tengah-tengah sebuah monumen dengan tulisan kantor polisi bersama. Di monumen itu juga terpasang gambar bendera Indonesia dan China.

Lokasi kantor polisi bersama itu diketahui ada di sebuah perusahaan yang merupakan perusahaan investasi asing dari China yang bergerak di bidang perkebunan. Perusahaan itu berada di Ketapang, Kalimantan Barat.
(Eni)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: