Proses Pembuatan Pelek RCB Ditempa Kualitasnya Lebih Ampuh dari Pelek Aslinya

Foto : istimewa

Sketsanews.com, Jakarta – Bukan sulap bukan sihir, proses pembentukan pelek dengan cara dipukul. Hasilnya kuat dan lebih ringan.

Proses pengolahan logam dengan cara dipukul sudah lama dipakai para pande besi.

Pande besi itu loh yang kerap membuat pedang atau pisau untuk keperluan perang atau rumah tangga.

Mengolah logam dengan cara dipukul juga dilakukan dalam pembuatan keris di zaman kerajaan. Logam dipanaskan kemudian dipukul untuk dibentuk.

Nah, sekarang proses seperti itu dipakai untuk membuat seher dan pelek.

Bahasa kerennya proses pengolahan logam dengan cara dipukul atau ditempa itu namanya forging atau forged.

Makanya disebut seher forged atau pelek forged. Seperti pelek yang baru saja diluncurkan oleh RCB alias Racing Boy.

Pelek RCB tipe FG-525 dibuat dengan cara ditempa atau forging.

Tentu forging lebih canggih karena menggunakan proses pukul dengan cara dipres secara cepat dan kilat seperti ilmu Ninja Jepang.

Aluminium alloy bahan pelek dipanaskan kemudian ketika sedang membara dimasukkan ke dalam cetakan pelek.

Trus dilakukan pemukulan atau tempa dengan beban 2 sampai 9 ton.

Sehingga bongkahan aluminium jadi terbentuk seperti pelek. Hasilnya jadi kuat dan ringan.

Berbeda dengan pelek aluminium biasa yang dibuat dengan cara dicor atau casting.

Alumium alloy dipanaskan kemudian dituang sesuai dengan cetakan pelek, hasilnya kurang kuat.

Karena pelek RCB FG-525 dibuat seperti keris dengan cara dipukul sudah pasti jadi sakti.

Keris aja sakti padahal cuman dipukul tangan, ini dipukul mesin hidrolik beratnya berton-ton.

Pelak yang khusus untuk Yamaha R25 ini, selain kuat juga ringan.

“Beratnya cuma 7 kg depan-belakang,” jelas Robby Ganie dari bagian Research and Development RCB Indonesia, dikutip dari motorplus.

Berat 7 kg itu sudah termasuk bearing atau laher, serta bushing dalam dan luar.

Kalau tanpa bearing dan bushing paling cuma 6 kg. Bandingkan dengan pelek R25 aslinya yang beratnya mencaai 11 kg.

Menurut Robby, pelek asal Malaysia ini peruntukannya untuk jalan raya (road) dan balap (race).

Kalau bisa dipakai untuk jalan raya sudah pasti kuat, wong jalan raya banyak lubang. Kan kalo balap di sirkuit aspalnya mulus dan dipakai sebentar.

Pelek RCB FG-525 ini memiliki ukuran untuk depan 2,75×17 dan belakang 4,00 X 17. Ada beberapa pilihan warna yaitu biru, gold dan merah.

Harganya premium sekali, untuk satu setnya FG-525 ini dibandrol dengan harga Rp 19 juta.

Hehehe seharga Yamaha NMAX bekas.

Toko yang jual juga limited, untuk Jabodetabek di Digioto Jl. Raya Pos Pengumben No. 43B, Srengseng Kec. Kebon Jeruk Jakarta Barat, telepon 081808887356. (Yan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: