Protes Anti Rezim Iran Meluas ke Eropa

Mahasiswa Iran melakukan aksi protes di Universitas Teheran. Foto/Istimewa

Mahasiswa Iran melakukan aksi protes di Universitas Teheran. Foto/Istimewa

Sketsanews.com, Paris – Aksi demonstrasi anti pemerintah Iran tidak hanya terjadi di dalam negeri. Aksi serupa juga telah meluas hingga Eropa, ke Prancis dan Jerman tepatnya.

Para penentang rezim Iran mengadakan demonstrasi kecil di hari di Prancis dan Jerman dalam sebuah demonstrasi solidaritas dengan aksi protes yang sedang berlangsung di tanah air mereka.

“Sekitar 40 orang berdemonstrasi di dekat kedutaan Iran di Paris untuk menyerukan diakhirinya “campur tangan” Teheran di Suriah dan Lebanon,” kata Afchine Alavi, dari Dewan Nasional Perlawanan Iran (CNRI), sembari menambahkan bahwa ada tuntutan serupa di Iran seperti dikutip dari SINDOnews, Minggu (31/12/2017).

Sementara itu di Berlin, sekitar 100 anti rezim Teheran berkumpul di dekat kedutaan Iran untuk menuntut pembebasan segera orang-orang yang ditangkap selama tiga hari demonstrasi.

Sekitar 50 orang berkumpul di tempat yang sama pada hari Jumat.

Demonstrasi anti pemerintah dimulai di kota Masyhad di Iran pada hari Kamis sebagai serangan terhadap biaya hidup yang tinggi. Namun aksi ini belakangan dengan cepat berbalik menjadi aksi melawan rezim Islam secara keseluruhan.

Alavi mengatakan bahwa demonstrasi tersebut berhubungan dengan basis masyarakat Iran yang semakin luas.

“Bukan hanya dari kelas menengah tetapi juga sejumlah besar orang yang merupakan pengangguran dan kelaparan yang telah menderita secara ekonomi akibat konsekuensi korupsi,” tuturnya.

Demonstrasi di Iran adalah yang pertama sejak Teheran memadamkan gerakan protes yang jauh lebih luas di tahun 2009. Pemerintah Iran juga telah memberikan peringatkan terhadap “pertemuan ilegal”.

Video yang dibagikan oleh pengguna media sosial di luar Iran namun tidak dapat diverifikasi secara independen mengklaim untuk menunjukkan ribuan orang berbaris damai menentang rezim tersebut di beberapa kota termasuk Khorramabad, Zanjan dan Ahvaz, dengan nyanyian “Kematian untuk diktator”.

Pada hari Sabtu, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyuarakan dukungannya untuk demonstrasi tersebut, mengeposkan di Twitter dua klip pidatonya di Majelis Umum PBB pada bulan September di mana dia membidik rezim Iran.

“Rezim yang menindas tidak dapat bertahan selamanya, dan hari akan tiba ketika orang-orang Iran akan menghadapi pilihan,” cuitnya dia, mengutip dari pidato tersebut.

Pos-pos Trump muncul saat beberapa ratus demonstran anti-pemerintah bentrok dengan polisi di Universitas Teheran dalam demonstrasi hari ketiga berturut-turut.

(Eni)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: