Racun Maut Disebut Jimat Pelaris Warung

SAMA-SAMA DITAHAN: Insiyah (kanan) dan Surahman (kiri) ditetapkan sebagai tersangka kasus pembunuhan berencana terhadap Mistoyo. (MUSTAJI/RadarMadura.id)

SAMA-SAMA DITAHAN: Insiyah (kanan) dan Surahman (kiri) ditetapkan sebagai tersangka kasus pembunuhan berencana terhadap Mistoyo. (MUSTAJI/RadarMadura.id)

Sketsanews.com, Sumenep – Insiyah ini benar-benar tidak perlu dicontoh. Hanya demi memuluskan cinta dengan pria idaman lain (PIL) dia mengorbankan suaminya sendiri. Bahkan, perempuan 40 tahun asal Desa Batang-Batang Laok, Kecamatan Batang-Batang, Sumenep, itu tega meracun Mistoyo, 45, dengan sangkali.

Wajah Insiyah beberapa kali hanya menunduk ketika dirilis di depan wartawan di Mapolres Sumenep kemarin (4/3). Tatapan mata di balik kupluk hitam itu juga kosong. Sama seperti dua bola mata Surahman, kekasih gelap Insiyah yang berada di sampingnya.

Kepada polisi, Insiyah mengakui semua perbuatannya yang menyebabkan nyawa sang suami melayang. Dia mengaku telah melakukan perencanaan pembunuhan terhadap Mistoyo sejak beberapa hari sebelum hari H.

”Tersangka mencampur jamu milik korban dengan racun hingga mengakibatkan korban meninggal dunia,” ungkap Kapolres Sumenep AKBP Muslimin. Hasil uji laboratorium menunjukkan, dalam lambung korban terdapat racun sianida dengan kadar 0,072 persen. Selain itu, dalam barang bukti (BB) gelas plastik yang digunakan korban untuk meminum jamu ditemukan kandungan racun sianida dengan kadar 0,014 persen.

Kemudian, dari hasil visum tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik, baik di kulit, jaringan lunak, maupun kerangka korban. Dengan temuan tersebut, polisi memastikan bahwa korban tewas karena diracun.

”Hasil uji laboratorium, korban meninggal karena diracun menggunakan sianida. Kandungan sianida ini ditemukan di lambung korban dan di gelas jamu milik korban yang diminum sebelum sakit dan meninggal,” jelasnya.

Insiyah mengaku merencanakan pembunuhan tersebut bersama Surahman, 41, warga Desa Poteran, Kecamatan Talango, Sumenep. Keduanya menganggap korban menjadi penghalang kisah cinta mereka. ”Surahman alias Uwan ini meminta agar Insiyah membunuh suaminya. Lalu, Insiyah meminta racun kepada Uwan sekitar tiga hari sebelum korban meninggal dunia,” kata Muslimin.

Uwan mengaku mendapat racun dengan cara membeli. Uwan yang saat itu berada di Jakarta meminta tolong Moh. Munif di Talango untuk membelikan racun ikan tersebut.

Uwan juga meminta sepupunya itu membungkus sangkali itu dengan amplop dan lakban hitam. Setelah itu, dia meminta salah seorang temannya yang bernama Masduki untuk memberikan kepada Insiyah. Kepada Masduki, Uwan beralasan bungkusan tersebut adalah jimat pelaris warung. Sebab, Uwan berada di Jakarta warungan. Insiyah juga memiliki warung di rumahnya.

Tiga hari setelah itu, tepatnya pada 15 Desember 2018, Insiyah mencampur racun ikan itu dengan jamu berupa soda yang dicampur dengan susu dan telur ayam. Lima menit setelah meminum jamu beracun tersebut, Mistoyo mengeluh pusing. Meski sempat dilarikan ke puskesmas, nyawanya tidak tertolong, seperti dilansir dari Jawapos.

Dari kasus itu, polisi mengamankan barang bukti berupa segelas plastik dan botol soda. Selain itu, bubuk putih di dalam plastik yang diduga sisa sianida dan dua hasil visum bendel hasil pemeriksaan laboratorium.

Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat pasal 340 KUHP. Mereka terancam hukuman pidana mati atau pidana penjara seumur hidup.

(Tb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: