Ratna Sarumpaet Sempat Ditegur Hakim Saat Sidang Vonis

Aktivis Ratna Sarumpaet (tengah) dengan rompi tahanan usai menjalani pemeriksaan di Dirkrimum Polda Metrojaya, Jakarta, Jumat (5/10). (Foto: ANTARA FOTO/Reno Esnir)

Ratna Sarumpaet (tengah) dengan rompi tahanan usai menjalani pemeriksaan di Dirkrimum Polda Metrojaya, Jakarta, Jumat (5/10). (Foto: ANTARA FOTO/Reno Esnir)

Sketsanews.com, Jakarta – Terdakwa kasus berita bohong atau hoaks Ratna Sarumpaet sempat ditegur oleh Hakim Ketua Joni saat sidang vonis berlangsung. Teguran itu karena Ratna sibuk merogoh-rogoh tas yang dibawanya.

Sidang vonis terhadap Ratna masih berlangsung hingga kini di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (11/7).

Awalnya, salah satu anggota hakim tengah membacakan materi putusan dalam sidang. Namun tiba-tiba Hakim Joni memberikan teguran kepada Ratna.

“Saudara, apa yang dilakukan di dalam tas?” ujar Hakim Joni.

Ratna yang mendapat teguran itu pun hanya diam sambil memegangi tas warna coklat miliknya.

Hakim Joni pun meminta salah satu jaksa penuntut umum untuk mengambil tasnya. Jaksa pun menuruti perintah hakim dan mengambil tas warna coklatnya itu.

“Tasbihnya keluarin saja , tasnya di simpan,” ucap Hakim Joni.

Ratna diduga tengah berzikir saat sidang putusan berlangsung. Karena di dalam tas itu tampak terdapat tasbih yang kemungkinan sedang digunakan oleh Ratna.

Selain berzikir, saat memasuki ruang sidang, Ratna pun berpose dua jari sambil tersenyum kepada awak media. Dia pun sesekali melambaikan tangannya kepada media.

Ratna sebelumnya dituntut jaksa penuntut umum dengan pidana enam tahun penjara. Dia dianggap memenuhi unsur menyebarkan hoaks yang mengakibatkan keonaran seperti diatur dalam Pasal 14 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Hukum Pidana.

Seperti dilansir dari CNN Indonesia, Jaksa juga menilai Ratna tidak memenuhi unsur Pasal 44 KUHP terkait penyakit kejiwaannya. Bahkan, permintaan maaf Ratna dinilai tidak dapat menghapus tindakan pidananya.

Berita bohong pemukulan Ratna bermula pada Oktober 2018. Ketika itu, sejumlah politikus mengabarkan Ratna Sarumpaet dipukul sekelompok orang di Bandung. Foto-foto Ratna lebam beredar di media sosial.

Sejumlah politikus itu mengaku mendapat kabar penganiayaan dari Ratna. Namun, Ratna akhirnya mengaku luka lebam itu bukan disebabkan karena pemukulan melainkan operasi kecantikan. (Slk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: