Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini, Internasional, News Ratusan Ribu Perempuan AS Berpawai, Desak Trump Mundur

Ratusan Ribu Perempuan AS Berpawai, Desak Trump Mundur

Ribuan orang berkumpul dan turun ke jalan dalam Pawai Perempuan di Philadelphia, AS, 20 Januari 2018. Pawai Perempuan merupakan aksi unjuk rasa yang terjadi di beberapa kota di seluruh dunia yang digelar setiap tanggal 21/22 Januari. AP Photo

Sketsanews.com, Washington – Ratusan ribu perempuan dan pria Amerika Serikat berunjuk rasa di Washington D.C., New York, Los Angeles, Chicago dan sekitar 250 kota lainnya dalam Pawai Perempuan kedua di era pemerintahan Presiden Donald Trump.

Seperti dilansir dari Tempo.co, Ahad 21 Januari 2018, mereka mengutuk sejumlah kebijakan Trump sejak menjabat, termasuk penutupan pemerintah karena Trump dan pemimpin Senat dari Partai Demokrat, Chuck Schumer, gagal menghasilkan sebuah kesepakatan setelah mereka bersitegang soal pembiayaan anak-anak muda imigran.

Para perempuan juga menyeru agar pemilik suara memilih Partai Demokrat dalam pemilihan parlemen November mendatang, agar pemerintahan Trump dapat dikontrol.

“Suara kalian adalah senjata yang paling ampuh,” kata aktris Eva Longoria kepada massa di Los Angeles. “Mereka yang memiliki hak istimewa untuk memilih harus bertindak.”

Selain Longoria, sejumlah aktris tampak hadir dalam pawai tersebut termasuk Natalie Portman, Scarlett Johansson, Constance Wu, dan Violet Adams.

Wali Kota Los Angeles Eric Garcetti memperkirakan massa yang hadir dalam aksi kali ini mencapai 600 ribu orang, atau terbesar di seluruh penjuru negeri.

Sementara di Washington, jumlah pengunjuk rasa jauh lebih sedikit dibanding massa saat pelantikan Trump setahun lalu. Meski begitu, suasana terasa tetap meriah. Pemimpin Demokrat pun mendesak massa untuk terus mengkritik kebijakan Trump.

“Ketika pemerintahan ini memperingati ulang tahun pertama, beria dia nilai F (gagal),” ujar Nancy Pelosi, pemimpin Demokrat di Kongres. “Kita tidak membenci, kita bersatu.”

Trump sendiri berkicau di akun Twitternya dan mengklaim kebijakan ekonominya menguntungkan perempuan Amerika.

“Cuaca indah di seluruh negeri, sebuah hari sempurna untuk Pawai Perempuan,” tulis dia. “Silakan merayakan sejarah dan keberhasilan ekonomi selama 12 bulan terakhir. Pengangguran perempuan paling rendah selama 18 tahun terakhir.”

Kementerian Tenaga Kerja AS melaporkan pengangguran perempuan mencapai 3,7 persen pada Desember atau lebih rendah dari rata-rata pengangguran AS yang mencapai 4,1 persen.

Meski begitu, Katie O’Connor, pengacara asal Knoxville, Tennessee, yang datang ke pawai di National Mall, Washington, menginginkan Trump dimakzulkan. “Saya tidak percaya pemerintahan ini baik untuk perempuan.”

(Eni)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: