Rawan Longsor, Pendakian Gunung Semeru Masih Ditutup

Sketsanews.com – Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) selaku otoritas pariwisata di kawasan Gunung Semeru memutuskan masih menutup jalur pendakian hingga batas waktu yang belum ditentukan. Sebelumnya jalur pendakian ditutup karena kebakaran hutan di kawasan ini beberapa waktu lalu.

Kepala Balai Besar TNBTS, John Kenedie, mengatakan, memasuki musim penghujan sebelum memutuskan membuka jalur pendakian pihaknya melakukan survei pendahuluan jalur pendakian Semeru. Survei dilakukan pada 16 November 2019 lalu, mulai dari pintu masuk Pos Ong sampai dengan Pos Kalimati.

https://i0.wp.com/thumb.vivanews.com/media/frontend/thumbs3/2017/02/27/58b3bc40bf89a-lima-kisah-misteri-di-gunung-semeru_665_374.jpg?resize=640%2C360&ssl=1
Gunung Semeru, Jawa Timur. Foto : U-Report

“Dari hasil survei yang dilakukan, Tim menemukan beberapa titik gangguan pada jalur pendakian di antaranya pohon tumbang jenis Acacia Decurent. Pohon tumbang akibat terbakar, longsoran tanah dan batu di Kemlandingan Dowo dan jalur pos tiga menuju pos empat arah Ranu Kumbolo,” kata John, Rabu, 20 November 2019.

John mengungkapkan, di beberapa titik sepanjang jalur pendakian berdasarkan pengamatan tim survei masih memiliki potensi longsor. Hal itu disebabkan karena posisi jalur pendakian berada pada posisi tebing dan jurang dengan kondisi ikatan tanah bekas kebakaran hutan dan kemarau panjang yang masih belum stabil.

“Sementara itu sepanjang jalur pendakian dan sekitarnya curah hujan belum intensif terjadi. Belum stabilnya kondisi tanah tersebut akan sangat membahayakan pengunjung. Karena berpotensi timbul longsoran tanah, batu dan pohon tumbang, apabila sewaktu-waktu hujan turun di lokasi pendakian,” ujar John.

John mengatakan, berdasarkan kajian kondisi lapangan oleh tim survei jalur pendakian di puncak tertinggi tanah Jawa ini masih ditutup. Penutupan ini bakal berlangsung hingga batas waktu yang belum ditentukan.

“Berdasarkan hasil survei maka pendakian Semeru masih ditutup sampai dengan pemberitahuan selanjutnya. Kebijakan tersebut semata-mata atas pertimbangan keselamatan dan kenyamanan pengunjung itu sendiri,” tutur John.

Sumber : Vivanews

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: