Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini, Hidup Sehat, News Redakan Masalah Gigi Sensitif dengan Serum

Redakan Masalah Gigi Sensitif dengan Serum

Mulut dan Gigi (Pixabay/ Kjerstin_Michaela)

Sketsanews.com, Jakarta – Menurut sebuah survei diketahui bahwa 1 dari 3 orang mengalami masalah gigi sensitif. Data dari Clinical Oral Investigations juga menyebutkan, sekitar 25-30 persen dari populasi orang dewasa mengalami hipersensitivitas dental atau lebih dikenal dengan gigi sensitif.

Kondisi gigi sensitif umumnya dialami oleh orang dengan rentang usia 20-50 tahun. Tapi juga sering ditemui pada penderita usia 30-40 tahun. Salah satu penyebab gigi sensitif adalah pola hidup yang padat aktivitas dan sejumlah kebiasaan yang membentuk pola diet serta cara menjaga kebersihan gigi dan mulut yang menyebabkan gigi sensitif.

Dokter gigi spesialis konsultan konservasi gigi, drg. Diatri Nari Ratih, M.Kes, Sp.KG (K) menyarankan, gigi sensitif dapat diantisipasi dengan memperhatikan kebersihan gigi dan mulut. Selain itu juga mengurangi kebiasaan konsumsi makanan atau minuman asam.

“Untuk solusi lebih efektif, dapat mengkombinasi dengan penggunaan pasta gigi khusus untuk gigi sensitif dengan kandungan yang lebih efektif,” kata Diatri saat temu media di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta, Selasa 4 April 2017.

Selain pasta gigi, kini juga ada serum yang diklaim efektif mengurangi gigi sensitif. Serum ini dikatakan mengandung hydroxyapetite (HAP) yang sama persis dengan molekul utama pembentuk gigi, potassium sitrat, zinc sulfate, dan fluoride.

drg. Ratu Mirah Afifah, GCClinDent., MDSc., Division Head for Health & Wellbeing and Professional Institution Unilever Foundation mengatakan, kalau serum dengan konsentrasi yang instens ini bisa meredakan rasa ngilu, membantu memperbaiki email gigi yang terkikis dan area gigi sensitif, membentuk lapisan perlindungan gigi sensitif, mengurangi masalah gusi, dan menjaga kesehatan gusi.

“Serum ini merupakan serum leave on yang akan membentuk lapisan pelindung pada dentin yang terbuka dan mengurangi aliran cairan dalam tubuli dentin sehingga mengurangi rasa ngilu,” ujarnya menjelaskan, seperti dikutip dari viva.co.id

(Fya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: