Registrasi Sim Card Sama Dengan Sebuah Penyadapan Legal

Foto: Facebook

Sketsanews.com, Jakarta – Kami mendapatkan informasi bahwa data pelanggan yang telah lakukan registrasi ternyata juga masuk kedalam database Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) yang dibentuk awal Oktober 2017. Database BSSN demi agenda pengawasan kedepannya, tanpa diketahui pelanggan itu sendiri.

BSSN akan bekerja mirip NSA nya Amerika. Bulan November ini rencananya akan ditunjuk seorang kepala BSSN nya. Kepala BSSN yang memiliki visi pro pemerintah Jokowi serta mendukung Jokowi 2 periode pada suksesi 2019.

Mengapa BSSN membutuhkan data pelanggan yang telah lakukan registrasi? Karena itu kunci masuk untuk mengetahui data setiap warga negara didalam kegiatan komunikasi baik lewat WhatsApp ataupun media sosial (akun pribadi dgn data email). BSSN adalah NSA nya Indonesia.

BSSN dibentuk berdasarkan peraturan presiden (Pepres) Republik Indonesia Nomor 53/2017, dan sebagai database operasi kerja kedepannya memang sangat membutuhkan data pelanggan dari pengguna handphone (komunikasi medsos).

Kalau ternyata akhirnya data pelanggan disimpan sebagai database BSSN dan demi agenda BSSN kedepannya, mengapa pemerintah tidak mau berterus terang kepada rakyat? Apakah ini untuk mengintip dan mengetahui segala aktivitas warga negara tanpa dketahui oleh warga negara itu sendiri?

Siap-siaplah anda yang telah melakukan registrasi ulang menjadi target pengawasan BSSN.

Sumber: fb Kontra Intelijen

(Im)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: