Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini, Ekonomi & Bisnis, News RI Catat Surplus Perdagangan Juni US$ 1,74 Miliar

RI Catat Surplus Perdagangan Juni US$ 1,74 Miliar

Presiden Joko Widodo (ketiga kiri) didampingi Menteri Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (kiri), Direktur Utama Pelindo II Elvyn G. Masassya (kedua kiri), Menteri BUMN Rini Soemarno (tengah), Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menekan tombol ketika melepas ekspor komoditas Indonesia menggunakan kapal kontainer berukuran raksasa ke sejumlah negara di Terminal JICT, Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (15/5). Kapal berkapasitas sekitar 10.000 TEUs yang melayani rute langsung (direct call) rute Tanjung Priok Jakarta-Los Angeles, Amerika Serikat tersebut dapat meringankan biaya logistik bagi pelaku industri serta mendorong ekspor produk Indonesia. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/aww/18.

Sketsanews.com, Jakarta – Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), neraca perdagangan RI bulan Juni mencatat surplus US$ 1,74 miliar. Secara kumulatif, sejak awal tahun, RI mencatat defisit neraca US$ 1,02 miliar.

Nilai ekspor Indonesia Juni 2018 mencapai US$ 13,00 miliar atau menurun 19,80 persen dibanding ekspor Mei 2018. Sementara dibanding Juni 2017 meningkat 11,47 persen. Nilai impor Indonesia Juni 2018 mencapai US$11,26 miliar atau turun 36,27 persen dibanding Mei 2018, namun jika dibandingkan Juni 2017 meningkat 12,66 persen.

Ekspor nonmigas Juni 2018 mencapai US$11,28 miliar, turun 22,57 persen dibanding Mei 2018. Sementara dibanding ekspor nonmigas Juni 2017, naik 8,61 persen. Impor nonmigas Juni 2018 mencapai US$9,14 miliar atau turun 38,23 persen dibanding Mei 2018, namun jika dibanding Juni 2017 naik 8,95 persen.

Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia Januari–Juni 2018 mencapai US$88,02 miliar atau meningkat 10,03 persen dibanding periode yang sama tahun 2017, sedangkan ekspor nonmigas mencapai US$79,38 miliar atau meningkat 9,66 persen

Ekspor nonmigas Juni 2018 terbesar adalah ke Tiongkok yaitu US$2,05 miliar, disusul Jepang US$1,23 miliar dan Amerika Serikat US$1,13 miliar, dengan kontribusi ketganya mencapai 39,16 persen. Sementara ekspor ke Uni Eropa (28 negara) sebesar US$1,17 miliar.

Menurut provinsi asal barang, ekspor Indonesia terbesar pada Januari–Juni 2018 berasal dari Jawa Barat dengan nilai US$14,63 miliar (16,62 persen), diikuti Jawa Timur US$9,23 miliar (10,49 persen) dan Kalimantan Timur US$9,10 miliar (10,34 persen).

Impor migas Juni 2018 mencapai US$2,12 miliar atau turun 26,11 persen dibanding Mei 2018, sebaliknya meningkat 32,09 persen dibanding Juni 2017.

Sebanyak tiga negara pemasok barang impor nonmigas terbesar selama Januari–Juni 2018 ditempat oleh Tiongkok dengan nilai US$20,57 miliar (27,43 persen), Jepang US$8,63 miliar (11,51 persen), dan Thailand US$5,32 miliar (7,10 persen). Impor nonmigas dari ASEAN 20,66 persen, sementara dari Uni Eropa 9,20 persen.

Nilai impor semua golongan penggunaan barang baik barang konsumsi, bahan baku/penolong dan barang modal selama Januari–Juni 2018 mengalami peningkatan dibanding periode yang sama tahun sebelumnya masing-masing 21,64 persen, 21,54 persen, dan 31,84 persen. (Ro/Beritasatu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: