Ribuan Ternak Mati Dinas Peternakan Jatim Periksa Hewan Ternak Korban Banjir

Sketsanews.com, Tulungagung – Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur, meninjau kondisi hewan ternak yang terdampak banjir di Tulungagung, dari hasil pendataan yang dilakukan oleh pihak Pemprov, tercatat ribuan ternak mati akibat bencana banjir yang terjadi di beberapa daerah di Jawa Timur. Kasus kematian ternak karena banjir ini, paling banyak terjadi di wilayah Madiun.

Selain merendam rumah-rumah warga, bencana banjir yang terjadi di beberapa daerah wilayah Jawa Timur, juga menyebabkan ribuan ternak mati.

Angka kematian ternak paling tinggi terjadi di wilayah Madiun, yang merupakan daerah terdampak banjir paling parah di Jawa Timur. Jumlah ternak yang mati dalam banjir ini, paling banyak adalah unggas.

Dari data yang dimiliki oleh Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur, terdapat 8.558 ekor ayam, 59 ekor kambing , serta 10 ekor sapi yang mati. Pihak Dinas Peternakan sendiri sudah mengusulkan kepada Pemprov, agar pemilik ternak mendapatkan ganti rugi karena kematian ternak mereka disebabkan bencana.

Wemmi Niamawati, Kepala Dinas Peternakan Provinsi Jatim,
Mengatakan, Dinas Peternakan juga memberikan layanan kesehatan gratis terhadap ternak yang terdampak banjir. Bantuan berupa obat obatan serta pakan hijau ternak juga akan diberikan.

“Kita juga melibatkan dinas peternakan kabupaten terdampak banjir, termasuk di Tulungagung. Disini petugas melakukan pendataan, serta memeriksa kondisi ternak milik warga yang terdampak banjir,” kata Wemmi Niamawati.

Belum surutnya banjir yang terjadi membuat banyak ternak yang masih diungsikan, para pemilik ternak memilih untuk menunggu banjir surut serta memperbaiki kandang, sebelum mereka mengambil kembali ternaknya.

Dalam bencana banjir kali ini, Disnak Provinsi Jatim, menghimbau pemilik ternak untuk mewaspadai penyakit diare dan skabies atau gudik pada hewan ternak sapi,sperti dikutip dari Pojokpitu.

(Tb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: