Rossi : Yamaha Masih Tertinggal Dari Ducati dan Honda

Pembalap Monster Energy Yamaha, Valentino Rossi (Foto: Laman Resmi MotoGP)

Pembalap Monster Energy Yamaha, Valentino Rossi (Foto: Laman Resmi MotoGP)

Sketsanews.com, Selangor – Hasil tes pramusim MotoGP 2019 hari ketiga di Sirkuit Sepang membuat pembalap Monster Energy Yamaha, Valentino Rossi, tersadar kalau timnya masih tertinggal dari Ducati dan Honda. Maka dari itu, Rossi menerangkan kalau dalam 10 hari ke depan ia dan timnya akan berbenah guna menyambut tes pramusim berikutnya di Losail.

Ducati bisa dibilang benar-benar mendominasi tes hari ketiga di Sepang. Pasalnya, empat orang pembalap Ducati –baik dari tim pabrikan maupun satelit- mencatatkan waktu tercepat di tes hari ketiga. Menurut Rossi, Ducati memiliki Time Attack yang mengesankan.

Pembalap Ducati, Danilo Petrucci

Sementara itu, Rossi sendiri hanya mampu menempati posisi ke-10. Meski rider asal Italia itu mengungguli pembalap Repsol Honda, Marc Marquez, yang berada di tempat ke-11, namun Rossi menilai The Baby Alien belum dalam performa terbaiknya. Marquez sejatinya melakoni tes pramusim dengan kondisi yang belum sembuh total setelah menjalani operasi.

“Ducati sangat mengesankan dalam hal Time Attack. Dan kita harus ingat bahwa Marquez tidak berada di depan karena bahunya menyebabkan masalah padanya. Dan kita telah melihat bahwa kita harus mengejar ketinggalan di Hot Lap. Kika kita harus balapan besok, kita tidak akan begitu baik. Kita harus menjadi lebih kompetitif,” ujar Rossi, melansir dari Speedweek, Sabtu (9/2/2019).

Valentino Rossi

“Akan tetapi, mengingat ini adalah tes pertama, resume saya tidak terlalu buruk. Dalam 10 hari kita memiliki tes di Qatar. Sampai saat itu, Yamaha tidak akan memberikan banyak berita. Tapi Losail adalah kemiringan lain dengan suhu lainnya. Akan menarik untuk melihat bagaimana kita melakukannya di sana,” pungkas Rossi.

(Sh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: