Ruang Mesin yang Kotor, Mengundang Tikus Bersarang

Foto : istimewa

Foto : istimewa

Sketsanews.com, Jakarta – Baik di musim kemarau maupun musim hujan seperti saat ini, kebanyakan pemilik mobil biasa lebih fokus merawat bagian eksterior dan interior saja.

Ruang mesin kerap luput dari perhatian. Padahal menjaga kebersihan ruang mesin termasuk perlu loh.

Sebab, debu dan kotoran yang hinggap di ruang mesin, bisa saja tersedot ke dalam boks filter udara saat mesin bekerja.

Tak hanya itu, “Bila ruang mesin dan mesin sering terkena air hujan yang umumnya mengandung asam, bisa menimbulkan korosi pada bodi ruang mesin serta noda di mesinnya sendiri.

Ini akan berimbas pada komponen lainnya. Selain itu, ruang mesin yang kotor, mengundang tikus bersarang di dalamnya,” bilang Eko Mardiono, kordinator lapangan bengkel resmi Suzuki Margonda, Depok, Jawa Barat.

Dari segi visual pun lebih enak dipandang kalau ruang mesin dan mesinnya terlihat bersih dan kinclong.

Sekarang mulai menjamur salon-salon perawatan mobil, yang menawarkan jasa membersihkan ruang mesin dan mesinnya.

Bahkan beberapa bengkel resmi pun turut menawarkan jasa ini.

Jadi, tak ada salahnya beberapa bulan sekali bersihkan ruang mesin mobil kesayangan Anda di sana.

“Disarankan 6 bulan sekali atau setiap kali servis rutin (per 10.000 km), ruang mesin dibersihkan,” tambah Eko.

Memang sih Anda bakal mengeluarkan kocek lebih, yaitu mulai Rp 125 ribu – 250 ribuan.

Namun mesin dan komponen-komponen yang ada di ruang mesin jadi lebih terjaga.

Kalau Anda ingin berhemat, boleh-boleh saja kok nyuci ruang mesin dan mesinnya sendiri di rumah. Tapi, harus perhatikan hal-hal berikut ini.

Pertama, tentunya mesin dalam kondisi tidak dinyalakan. Lalu sebelum menyemprotkan air di ruang mesin.

“Tutup altenatornya pakai plastik, agar tidak tersiram air. Karena dikhawatirkan akan merusak altenatornya,” saran Suwandi, Service Advisor bengkel resmi Suzuki PT Sejahtera Buana Trada di Pulugadung, Jakarta Timur.

Jangan lupa pula meyumbat corong boks filter udara pakai plastik, agar air tidak masuk ke dalam boks filter.

“Hindari menyemprotkan air ke bagian lubang busi, karena air bisa merembes ke dalam ruang bakar lewat ulir busi. Bahaya, bisa water hammer,” wanti Suwandi. O iya, hindari pula menggunakan air betekanan tinggi ya!

Selain itu, “Jangan terus-terusan menyemprotkan air ke kotak sekring, karena dikhawatirkan ada air yang masuk ke dalam boks sekring,” tukas Eko. Pastikan juga tidak ada soket yang kendur atau kabel telanjang.

Memang umumnya pada mobil-mobil sekarang mengaplikasi soket yang sudah waterproof.

Namun bila pernah melakukan modifikasi kelistrikan, waspadai bila ada penyambungan kabel yang masih menggunakan cara manual atau pakai soket konvensional.

Berikutnya, hindari menggunakan cairan pembersih yang mengandung acid (asam), karena bisa mempercepat korosi, tak terkecuali pada mesin.

“Soalnya ada beberapa engine degreaser yang mengandung acid.  Ciri-cirinya bila terkena cairan yang mengandung asam ini, permukaan mesin lama-kelamaan akan muncul bintik-bintik putih,” jelas Eko.

Terakhir, setelah ruang mesin dan mesin dicuci bersih dan dibilas ulang dengan air, pastikan airnya telah kering terlebih dulu sebelum mengidupkan mesin.

Bila perlu semprot pakai angin kompresor untuk mengeringkan sisa-sisa genangan air. (Gs)

 

sumber : gridoto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: