Sketsa News
Home Berita Terkini, News Rumah Petak Jadi Pabrik Narkoba, Produksi 15 Ribu Butir Ekstasi Per Bulan

Rumah Petak Jadi Pabrik Narkoba, Produksi 15 Ribu Butir Ekstasi Per Bulan

Sketsanews.com – Badan Narkotika Nasional (BNN) kembali berhasil membongkar operasi sindikat narkotika kelas kakap. Sebuah rumah kontrakan yang disulap menjadi pabrik dengan kemampuan produksi 15 ribu butir ekstasi per bulan di Tangerang, Banten, digerebek petugas BNN, Rabu (28/9).

084622_926419_alat_pembuat_ineks

Yang mengerikan, sindikat ini murni lokal alias tidak terhubung dengan jaringan internasional. Meski begitu mereka sudah memiliki kemampuan untuk membuat ekstasi dan sabu.

Deputi Pemberantasan BNN Irjen Arman Depari menuturkan, penangkapan dilakukan Rabu pagi pukul 05.00 di Kampung Sekarwangi Neglasari, Ktoa Tangerang, Banten.

Terdapat seorang tersangka yang ditangkap berinisial AC yang sedang meracik ekstasi. ”Ditemukan adanya 2.600 butir ekstasi dan beberapa puluh gram sabu-sabu saat kami menggerebek pabrik tersebut,” ujarnya.

Sesuai pengakuan dari tersangka, diketahui bahwa pabrik ini dalam sehari mampu memproduksi 500 butir ekstasi. Artinya, dalam sebulan home industry narkoba ini mampu membuat 15 ribu butir ekstasi. ”Kapasitas pabrik narkotika semacam ini cukup mengejutkan,” tuturnya.

Yang lebih mengkhawatirkan, AC ini tercatat merupakan residivis kasus narkotika. Bahkan, dia baru saja keluar dari penjara empat bulan lalu. Namun, dalam kurun waktu yang cukup singkat itu, AC bisa membuat narkotika. ”Kami ingin mengetahui bagaimana AC bisa memiliki kemampuan membuat narkotika itu,” tuturnya.

Saat ditanya apakah AC bekerja sendirian? Jenderal bintang dua ini mengungkapkan, berdasar pemeriksaan sementara ternyata ada seorang bos yang membiayai pembuatan narkotika itu. Bos situ merupakan narapidana berinisial AT yang masih berada di Lapas Tangerang. ”Kami segera memeriksanya,” ujarnya.

Bahan–bahan ekstasi ini juga dipasok oleh AT. Instruksi tata cara pembuatan ekstasi ini juga diajarkan AT selama berada di dalam hotel prodeo kepada AC. ”Ya, kembali terjadi, pengedar belajar memproduksi narkotika di penjara,” paparnya.

Rencananya, ekstasi ini akan dikirimkan ke sejumlah kota besar di Indonesia, seperti Palembang, Medan dan Surabaya. Modusnya dengan memasukkan pil ekstasi itu ke dalam kemasan mie instan. ”Ini untuk mengelabui petugas,” jelasnya.

Untuknya, BNN mampu untuk mencegah pabrik narkotika ini mengirimkan semua pil ekstasi tersebut. Sehingga, pabrik yang dalam masa awal ini belum meracuni masyarakat. ”Kami tangkap sebelum bisa didistribusikan,” paparnya.

Menurutnya juga, yang berbeda adalah sindikat pembuat ekstasi ini ternyata tidak memiliki hubungan dengan jaringan internasional. Artinya, saat ini sindikat lokal tidak lagi hanya berperan sebagai pengedar, tapi sudah menjadi produsen.

”Kalau biasanya, sindikat pabrik narkotika itu terhubung dengan jaringan luar negeri. Artinya, kemampuan meracik narkotika dari luar negeri, sekarang sindikat lokal mampu,” tuturnya.

Dalam penggerebekan itu disita sejumlah alat pencetak ekstasi, bahan kimia cair, adonan siap cetak dan ekstasi siap edar. BNN berupaya untuk mengejar hingga sumber pembuat bahan narkotika itu.

(ip/jpnn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: