Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini, Ekonomi & Bisnis, News Rupiah Dibuka Menguat ke Rp14.078 per Dolar AS

Rupiah Dibuka Menguat ke Rp14.078 per Dolar AS

Rupiah Dibuka Menguat ke Rp14.078 per Dolar AS Kurs rupiah dibuka menguat 0,13 persen ke posisi Rp14.078 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pasar spot hari ini. (REUTERS/Willy Kurniawan)

Sketsanews.com, Jakarta – Nilai tukar rupiah dibuka menguat 0,13 persen atau 19 poin ke posisi Rp14.078 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pasar spot pagi ini, Kamis (17/5). Sebelumnya, rupiah berada di posisi Rp14.097 per dolar AS pada penutupan perdagangan kemarin, Rabu (16/5).

Kendati dibuka menguat, Kepala Riset dan Analis PT Monex Investindo Futures (MIF) Ariston Tjendra menilai bahwa rupiah masih cenderung melemah sepanjang hari ini.

Menurutnya, ada sentimen positif yang bisa menguatkan rupiah, yaitu pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) pada sore nanti, di mana pasar sudah berekspektasi bahwa bank sentral nasional akan mengerek suku bunga acuannya (BI 7 Days Reverse Repo Rate/7DRRR). Namun, dampaknya tidak langsung terasa pada pergerakan rupiah hari ini.

Ia memproyeksi rupiah akan bergerak di rentang Rp14.090-14.135 per dolar AS pada hari ini. “Pelemahannya tidak begitu kencang pada hari ini karena sudah semakin dekat dengan pengumuman BI, tapi masih di ruang pelemahan,” ujar Ariston seperti yang dikutip dari CNNIndonesia.

Sebelumnya, BI memang telah berulang kali memberikan sinyal kuat akan menaikkan suku bunga acuannya bila kondisi ekonomi terkini mengganggu stabilitas rupiah dan inflasi. Namun, pasar masih menebak-nebak berapa besaran kenaikan tingkat suku bunga BI tersebut.

Selain itu, sambung dia, rupiah masih berada di rentang pelemahan lantaran data neraca perdagangan Indonesia yang mencatatkan defisit sebesar US$1,63 miliar masih membayangi pasar.

“Karena awalnya pasar berekspektasi surplus, tapi justru defisit. Ternyata pelemahan rupiah belakangan ini tidak berjasil membantu ekspor. Artinya, ada masalah fundamental lain,” terangnya.

Senada, Analis Binaartha Sekuritas Reza Priyambada memperkirakan rupiah masih cenderung melemah dengan bergerak di rentang Rp14.080-14.092 per dolar AS. Sentimen yang mempengaruhi rupiah hari ini ialah BI yang diperkirakan masih akan menahan tingkat suku bunga acuannya.

“Suku bunga acuan diperkirakan masih akan tetap. Jika pun berubah, maka hanya sebesar 25 basis poin untuk menjaga kondisi moneter dan perbankan nasional,” katanya.

Bersama rupiah, beberapa mata uang negara lain di kawasan Asia berhasil menguat pada pagi ini. Misalnya, renminbi China naik 0,09 persen, yen Jepang 0,04 persen, peso Filipina 0,17 persen, dan baht Thailand 0,07 persen.

Sedangkan beberapa mata uang justru melemah, seperti dolar Singapura, won Korea Selatan dan ringgit Malaysia masing-masing minus 0,04 persen, minus 0,15 persen, dan minus 0,02 persen.

Sementara untuk mata uang negara maju di dunia, mayoritas terpantau menguat, mulai dari euro Eropa 0,02 persen, pound sterling Inggris 0,39 persen, dolar Australia 0,03 persen, dolar Kanada 0,05 persen, dan franc Swiss 0,04 persen.

(Eni)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: