Sajikan Miras, Oppo: Apapun Alasannya Kami Salah

(Foto: Imam Muchlis/Sketsanews.com)

Legal NPR Oppo Indonesia Antonyius. (Foto: Imam Muchlis/Sketsanews.com)

Sketsanews.com, Malang – Viralnya video buka bersama dengan suguhan minuman keras (Miras) jenis bir yang dilakukan Oppo di Hotel Atria Malang beberapa waktu lalu membuat masyarakat Kota Malang menjadi sangat resah, Jumat (24/5).

Pasalnya dalam tayangan video itu terdapat sajian Miras untuk buka bersama, sementara itu pembawa acara mengajak seluruh hadirin untuk menikmati Miras bersama-sama.

Menanggapi hal itu, Legal NPR Oppo Indonesia Antonyius di hadapan Wali Kota Malang, Sutiaji menyampaikan permohonan maaf terkait kejadian buka bersama dengan sajian Miras tersebut.

Antonyius menjelaskan, bahwa acara yang diadakan pihak Oppo Malang kali ini merupakan buka bersama sekaligus acara gathering karyawan.

“Kami akui salah. Kami sekali lagi mohon maaf karena acara buka bersama beberapa waktu yang lalu itu bersamaan dengan acara gathering,” katanya usai menemui Wali Kota Malang kemarin.

Antonyus mengaku bahwa Miras yang tersaji dalam acara buka bersama itu merupakan sumbangan dari salah satu kolega dari Surabaya.

“Minuman itu sumbangan dari teman kami dari Surabaya yang datang bawa minuman itu. Kita gak enak juga mau menolak, karena itu bentuknya sumbangan,” ujar Antony.

Antonyius menyebut, bahwa pihaknya juga telah menghadap MUI Kota Malang dan beberapa Ormas Islam.

“Kami juga sudah mendatangi MUI, PCNU, serta PC Muhammadiyah untuk meminta maaf,” ucapnya.

Atas kejadian itu, pihak Oppo telah memberikan sanksi keras kepada penanggung jawab acara, namun masih diizinkan bekerja bersama Oppo.

“Mereka kami beri SP3. Kalau kami langsung memecat kan kasihan. Jadi, kami langsung ber peringatan terakhir. Kalau mengulangi, akan kami pecat dari Oppo,” pungkas Antonius. (Lis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: