Saluran Afoor Jebol, Ratusan Rumah di Cilacap Terendam

Banjir di Cilacap

Banjir di Cilacap

Banjir di Cilacap

Sketsanews.com, Cilacap – Ratusan rumah di dua desa Kecamatan Wanareja Kabupaten Cilacap, yakni Desa Tarisi dan Cilongkrang terendam akibat jebolnya saluran afoor (perkebunan) Cikaronjo Senin sore (12/2/2018).

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cilacap, Edy Sapto Priyono mengatakan, sementara ini jumlah yang sudah terverifikasi terendam adalah Dusun Cikaronjo, Rangkasan dan Sidadadi Desa Tarisi.

“Yang terdampak itu ada dua desa, yakni Desa Tarisi dan Desa Cilongkrang. Itu karena jebolnya tanggul afoor itu ya,” katanya, dikutip dari laman Gatra, Selasa (13/2).

Dia merinci, di Dusun Cikaronjo terdapat 91 rumah yang terendam. Kemudian di Dusun Rangkasan mencapai 178 rumah. Adapun di Dusun Sidadadi, jumlah rumah terendam mencapai 106 unit. Adapun jumlah rumah yang terendam di Cilongkrang masih dalam pendataan.

Namun begitu, dia memastikan tak ada pengungsian dalam banjir rendaman ini. Pasalnya, kata Edy, rumah terendam hanya dengan ketinggian maksimal 20 centimeter. Warga pun memilih untuk bertahan di rumah.

Tetapi, dia mengklaim BPBD tetap mempersiapkan posko pengungsian untuk mengantisipasi bertambah tingginya rendaman. Sebab, hingga saat ini ratusan warga bersama dengan relawan masih membendung dan memperbaiki saluran afoor.

Dikhawatirkan, saat belum terbendung, kembali terjadi banjir dan merusak tanggul yang sebelumnya telah jebol tersebut.

“Hari ini, sedang dikerjabaktikan warga untuk membendung dan memperbaiki saluran afoor. Kita dari BPBD, tentunya ke sana, mengecek ke lokasi, monitor,” jelasnya.

Edy mengungkapkan, selain merendam permukiman penduduk, ratusan kolam ikan dan ratusan tanaman padi di puluhan hektare sawah juga terendam. Tercatat, di dua desa tersebut ada 213 kolam yang terendam.

Akibatnya, diperkirakan puluhan ton ikan peliharaan warga lepas ke perairan sekitar. Meski belum dihitung, diperkirakan kerugian mencapai ratusan juta.

Dia mengemukakan, BPBD berencana untuk mendatangkan alat berat untuk mempercepat perbaikan tanggul dan membuka gorong-gorong yang ambles. Gorong-gorong yang ambles itu membuat rendaman tak kunjung surut. Pasalnya, air menggenang dan tak bisa mengalir dari wilayah terendam.

“Dan kebutuhan logistik untuk keperluan kerjabakti sudah dicukupi dengan dapur umum yang didirikan di sana. Ya untuk kerjabakti warga sekitar dua desa itu,” ujarnya.

BPBD juga meminta agar Balai Pengawasan Wilayah Sungai (BWWS) Citanduy juga meminta agar saluran afoor segera dikeruk agar jika terjadi banjir tak menyebabkan banjir. Sebab, saluran afoor sudah mendangkal. (Wal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: