Sampai Mematikan, Apa Kandungan Bisa Ular King Kobra?

Sketsanews.com – Jakarta – Warga Citayam dibuat resah dengan penemuan ular kobra. Bagaimana tidak, sampai saat ini 29 anak ular kobra telah ditemukan warga Royal Citayam Residence, Bojonggede, Bogor.

Anak kobra (Foto: Diskar PB Kabupaten Purwakarta) 2019Anak kobra (Foto: Diskar PB Kabupaten Purwakarta)

Hal yang paling ditakutkan dari ular kobra adalah sengatannya. Gigitan ular kobra bisa berakibat sangat fatal apalagi jika tidak diobati secara benar.

Menurut penelitian dari Universitas Michigan, korban manusia bisa berhenti bernapas hanya dalam waktu 30 menit setelah digigit kobra. Mengutip Live Science, bisa ular kobra terdiri dari sitotoksin dan neurotoksin, termasuk alfa-neurotoksin. Komponen lain memiliki efek kardiotoksik.

“Kobra memiliki racun neurotoksik yang kuat dan menyerang sistem saraf. Gejala dari gigitan kobra dapat mencakup masalah penglihatan, kesulitan menelan, berbicara, kelemahan otot rangka, kesulitan napas, gagal napas, muntah, sakit perut, nekrosis dan antikoagulasi,” kata seorang ahli herpetologi, Sara Viernum.

Kandungan sitotiksik dari bisa ular king kobra menyerang jaringan tubuh dan menyebabkan rasa sakit yang parah, pembengkakan dan kemungkinan kematian sel-sel. Jika kena mata, racunnya juga bisa menyebabkan kebutaan.

Ular king kobra adalah spesies ular berbisa paling berbahaya yang bisa ditemukan di Timur Tengah, India, Asia Tenggara, dan Indonesia. (kna/up)

Sumber : health.detik.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: