SBY Ajak Ulama Bantah Islam Identik dengan Teroris

Indonesian President Susilo Bambang Yudhoyono speaks at a news conference at the presidential office in Jakarta October 30, 2009. Yudhoyono asked the police chief to clarify the arrest of two former anti-graft officials to public, amidst increasing public concern of the country's genuine commitment to combat corruption. REUTERS/Enny Nuraheni (INDONESIA POLITICS)

Indonesian President Susilo Bambang Yudhoyono speaks at a news conference at the presidential office in Jakarta October 30, 2009. Yudhoyono asked the police chief to clarify the arrest of two former anti-graft officials to public, amidst increasing public concern of the country’s genuine commitment to combat corruption. REUTERS/Enny Nuraheni (INDONESIA POLITICS)

Sketsanews.com, Surabaya – Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengajak pemuka agama Islam di seluruh Indonesia bersuara lewat media untuk membantah berita bahwa Islam identik dengan teroris. SBY merasa gerah dengan pemberintaan media-media barat yang dinilainya kerap mengindentikkan Islam dengan teroris.

“Mari kita bersuara, pemuka agama Islam diseluruh Indonesia bersuara lewat media apapun untuk membantah berita bahwa Islam identik dengan teroris yang diangkat media-media di dunia. Mari kita gelorakan Islam sesungguhnya dengan cara-cara yang santun dan Islami,” kata SBY di Surabaya, Jumat (16/6/2017).

Menurut SBY, maraknya aksi terorisme di sejumlah negara barat telah menimbulkan gelombang kebencian kepada Islam. Alhasil, kebencian itu semakin memperkuat isu islamphobia, khususnya di negara-negara barat.

Islamphobia di Eropa, kata dia, semakin mewabah seiring maraknya aksi terorisme yang mengatasnamakan Islam. Untuk itu, Ketua Umum Partai Demokrat ini mengajak pemuka agama bergandengan tangan angkat suara menepis stigma dan streotip tersebut.

Dalam pada itu, SBY yakin Indonesia mampu memberikan kontribusi pada dunia untuk mencarikan solusi tepat agar Islam tak melulu dipersalahkan.

“Indonesia bisa menjadi contoh bagaimana Islam nusantara menjadi rahmatan lil’alamin. Kita harus berjuang untuk menetralisir islamophobia itu dengan cara yang baik,” terang dia, seperti dikutip dari Nusantaranews.

Hal yang tak luput dari pandangan SBY ialah menyangkut soal konflik negara-negara Teluk. Arab Saudi, UEA, Bahrain, dan juga Mesir diketahui sedang mengeroyok Qatar. Negara beribukota Doha itu dituduh mendalangi kelompok teroris, seperti ISIS. Alhasil, Arab Saudi, UEA, Bahrain, dan Mesir kompak memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar.

Dalam pandangan SBY, perselisihan dan konflik negara-negara Arab itu bisa dimanfaatkan negara seperti Amerika Serikat untuk melemahkan negara-negara Islam. Apalagi, AS tampak seperti bermuka dua dalam konflik ini. Di satu sisi Arab Saudi dkk sekutu AS, di sisi lain AS baru-baru ini malah menjual puluhan jet tempur F-15 kepada Qatar.

“Ini bisa menjadi perang jika tidak dilerai sejak dini. Mungkin bagi negara barat tidak akan prihatin, tapi bagi masyarakat dan peradaban Islam, tentu ini memprihatinkan,” tegas SBY.

(Wis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: