Sebanyak 3.293 Guru Hononer Terima SK Penugasan Mengajar

BERKAH GURU: Bupati Grobogan Sri Sumarni (kanan) menyerahkan SK penugasan mengajar ke salah satu guru di lapangan indoor SMP N 1 Purwodadi kemarin. (SIROJUL MUNIR/RADAR KUDUS)

BERKAH GURU: Bupati Grobogan Sri Sumarni (kanan) menyerahkan SK penugasan mengajar ke salah satu guru di lapangan indoor SMP N 1 Purwodadi kemarin. (SIROJUL MUNIR/RADAR KUDUS)

Sketsanews.com, Grobogan – Sebanyak 3.293 guru honorer SD dan SMP se-Kabupaten Grobogan mendapatkan SK penugasan mengajar dari bupati Grobogan. Penyerahan secara simbolis digelar di lapangan indoor SMPN 1 Purwodadi dan gedung PGRI Kecamatan Brati kemarin.

Pemberian SK ini, untuk memenuhi persyaratan pencairan honor guru dari dana bantuan operasional sekolah (BOS). Yaitu adanya Permendikbud No 26 Tahun 2017. Sesuai peratuan tersebut, para guru honorer mendapatkan honor 15 persen dari dana BOS, jika memiliki SK penugasan dari bupati. Permendikbud itu berlaku mulai tahun ini. Namun, Permendikbud itu mengharuskan guru penerima honor memiliki SK dari bupati.

Bupati Grobogan Sri Sumarni mengatakan, SK penugasan guru honorer sudah disiapkan setelah turunnya Permendikbud No 26 Tahun 2017. Namun, SK tak langsung dikeluarkan, namun menyesuaikan dengan aturan lain.

Selain menyerahkan SK penugasan mengajar, bupati juga berjanji akan menaikkan penghasilan para guru honorer. Sebab, honor dari dana BOS rata-rata hanya Rp 350 ribu per bulan. ”Saya mengajak semua komponen duduk bersama untuk membahas kenaikan penghasilan guru honorer dari APBD,” terangnya.

Guru honorer sangat diperlukan. Sebab, guru PNS di SD negeri hanya 3.524  orang atau hanya 51 persen dari jumlah kebutuhan guru PNS saat ini atau 6.867 orang. Sedangkan guru PNS di SMP negeri ada 1.392 guru atau 74 dari kebutuhan guru PNS SMP saat ini atau 1.860 orang. Kekurangan tenaga Guru PNS tersebut, dapat dicukupi dengan guru honorer. ”Banyak SD dan SMP di Grobogan yang hanya ada satu atau dua guru PNS,” ujarnya.

Bupati menambahkan, kesejahtera guru honorer harus diperhatikan. Selama ini, pemkab melalui APBD memberikan honor bagi guru honorer Katagori II (K2) Rp 750 ribu per bulan. Sedangkan guru honorer nonkatagori K2, akan terus diperjuangkan kesejahteraannya. Dilansir dari Jawapos

Ketua DPRD Grobogan Agus Siswanto mengatakan, pihaknya akan komunikasi dengan analisis keuangan APBD Grobogan untuk memberi tambahan honor guru honorer nonkategori. ”Permasalahan ini akan kami perjuangkan, sehingga pendidikan di Grobogan lebih baik lagi,” ujarnya.

(Tb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: