Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini, Internasional, News Sebut Ada Tempat Khusus Bagi Trudeau di Neraka, Penasihat Trump Minta Maaf

Sebut Ada Tempat Khusus Bagi Trudeau di Neraka, Penasihat Trump Minta Maaf

Penasihat perdagangan Gedung Putih, Peter Navarro meminta maaf kepada Perdana Menteri (PM) Kanada Justin Trudeau. Foto/Istimewa

Sketsanews.com, Washington – Penasihat perdagangan Gedung Putih, Peter Navarro meminta maaf kepada Perdana Menteri (PM) Kanada Justin Trudeau. Sebelumnya, Navarro mengatakan ada tempat khusus di neraka bagi Trudeau setelah pertemuan puncak Kelompok Tujuh pekan lalu.

Pada sebuah acara yang diselenggarakan oleh Wall Street Journal, Navarro mengatakan ia telah membuat kesalahan.

“Misi saya adalah mengirim sinyal kekuatan yang kuat,” kata Navarro pada acara tersebut.

“Masalahnya adalah bahwa dalam menyampaikan pesan itu saya menggunakan bahasa yang tidak pantas,” imbuhnya seperti dikutip dari SINDOnews, Rabu (13/6/2018).

Pengakuan itu adalah tindakan penyesalan yang langka dari staf Gedung Putih di era Presiden Donald Trump, di mana permintaan maaf publik hanya sedikit.

Kanada bereaksi dengan tenang terhadap permintaan maaf tersebut, dengan Trudeau menolak untuk menjawab ketika wartawan bertanya kepadanya apakah dia menerimanya.

“Kami akan terus melakukan diplomasi kami dengan cara Kanada, yaitu, menjadi positif dan konstruktif dan teguh dalam membela kepentingan industri kami … dalam diplomasi itu tidak terlalu penting tentang perasaan pribadi dan komentar pribadi,” kata Menteri Perdagangan Kanada Francois-Philippe Champagne ketika ditanya tentang permintaan maaf.

Navarro mengutuk Trudeau terkait konferensi pers pemimpin Kanada itu setelah pertemuan puncaknya dengan Trump dan para pemimpin dunia lainnya dari Kelompok Tujuh.

“Ada tempat khusus di neraka bagi setiap pemimpin yang terlibat dalam diplomasi dengan niat buruk dengan Presiden Donald J. Trump dan kemudian mencoba untuk menikamnya di belakang di jalan keluar dari pintu dan itulah apa yang dilakukan oleh Justin Trudeau dengan konferensi pers yang mengerdilkan. Itulah yang dilakukan oleh Justin Trudeau yang lemah dan tidak jujur,” kata Navarro pada program Fox News Sunday.

Sehari sebelumnya, penasihat ekonomi Gedung Putih Larry Kudlow juga mengecam Trudeau.

Kedua pembantu Trump itu menuduh Trudeau mengkhianati Trump, seorang Republikan, pada konferensi pers yang diadakan setelah presiden AS meninggalkan Kanada. Saat itu Trudeau mengatakan Kanada akan mengambil langkah-langkah balas dendam sebagai tanggapan atas tarif baja dan aluminium yang diberlakukan oleh Trump atas Kanada dan sekutu lainnya.

Sebelum permintaan maaf, beberapa anggota parlemen AS pada hari Selasa mempertanyakan bahasa kuat yang digunakan Gedung Putih dan Trump terhadap Kanada, berbeda dengan pujian yang dia berikan kepada Korea Utara (Korut) pada pertemuan puncak Selasa kemarin di Singapura. (Ro)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: